Tidak hanya itu, kata Christofel Horo, dirinya pun sudah berkoordinasi dengan Camat Kodi Bangedo untuk segera melakukan pertemuan di Kampung Adat Rotenggaro untuk membahas solusi terhadap masalah tersebut.

“Saya sebagai Plt Kadi sudah langsung koordinasikan ke pak Camat kodi Bangedo untuk segera rencanakan pertemuan di KAR dan lokasi destinasi Ratenggaro serta. Mandorak untuk dibahas solusi dan akar masalahnya agar jelas,” katanya.

">

Lembaga Adat Ikut Bersuara

Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Adat Rotenggaro, Adi Mada secara terpisah mengatakan kalau hal semacam itu harus dinilai dari sisi positif guna membangun pariwisata SBD lebih baik terutama di kawasan Kampung Adat Rotenggaro.

“Kami sangat mengapresiasi dan sampaikan terima kasih untuk pengunjung yang berkomentar maupun yang menyampaikan keluhan tentang ketidaknyamanan di KAR dalam rangka upaya untuk terus berbenah demi kebaikan Kampung maupum warga KAR secara khusus dannpengelolaan wisata di SBD secara umum,” ungkapnya.

Dirinya pun kemudian meminta maaf atas insiden yang tidak mengenakkan yang terjadi pada Jajago Keliling Indonesia.

“Atas nama warga Kampung Adat Rotenggaro (KAR), kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada semua pengunjung KAR atas ketidaknyamanan yang dialami trutama BG pengunjung pada situasi yang sedang viral saat ini,” ungkapnya lagi.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625