NTTKreatif, Tambolaka – Kampung Adat Rotenggaro di Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT terkenal karena keindahan yang luar biasa.

Selain rumah adat dengan bumbungan yang tinggi khas Sumba, Kampung Adat Rotenggaro pun dilengkapi dengan pantai berpasir putih yang memikat hati para wisatawan.

">

Tidak mengherankan, jika Kampung Adat Rotenggaro kerap jadi destinasi buat para wisatawan saat berkunjung ke SBD.

Sialnya, saat Kampung Adat Rotenggaro sedang menanjak ratingnya, fakta lain pun terkuak usai salah satu Youtuber Jajago Keliling Indonesia menguak fakta menarik soal kebiasaan oknum masyarakat yang kerap melakukan pemalakan.

Pemalakan tersebut dialami oleh Jajago Keliling Indonesia belum lama ini usai berkunjung ke Kampung Adat Rotenggaro dan dituangkan dalam postingannya di sejumlah media sosial miliknya dan mendapat beragam respon dari para pengguna medsos.

Banyak diantaranya pun merasa kecewa dengan tindakan yang dinilai mereka jauh dari harapan.

Namun beberapa diantaranya tidak sepakat dengan postingan tersebut dan menilai Jajago Keliling Indonesia pelit karena mempersoalkan tarif di Kampung Adat Rotenggaro.

Menanggapi polemik yang demikian, plt Kadis Pariwisata, Christofel Horo mengatakan kalau dirinya telah melaporkan insiden tersebut kepada Bupati SBD.

Tidak hanya itu, kata Christofel Horo, dirinya pun sudah berkoordinasi dengan Camat Kodi Bangedo untuk segera melakukan pertemuan di Kampung Adat Rotenggaro untuk membahas solusi terhadap masalah tersebut.

“Saya sebagai Plt Kadi sudah langsung koordinasikan ke pak Camat kodi Bangedo untuk segera rencanakan pertemuan di KAR dan lokasi destinasi Ratenggaro serta. Mandorak untuk dibahas solusi dan akar masalahnya agar jelas,” katanya.

Lembaga Adat Ikut Bersuara

Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Adat Rotenggaro, Adi Mada secara terpisah mengatakan kalau hal semacam itu harus dinilai dari sisi positif guna membangun pariwisata SBD lebih baik terutama di kawasan Kampung Adat Rotenggaro.

“Kami sangat mengapresiasi dan sampaikan terima kasih untuk pengunjung yang berkomentar maupun yang menyampaikan keluhan tentang ketidaknyamanan di KAR dalam rangka upaya untuk terus berbenah demi kebaikan Kampung maupum warga KAR secara khusus dannpengelolaan wisata di SBD secara umum,” ungkapnya.

Dirinya pun kemudian meminta maaf atas insiden yang tidak mengenakkan yang terjadi pada Jajago Keliling Indonesia.

“Atas nama warga Kampung Adat Rotenggaro (KAR), kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada semua pengunjung KAR atas ketidaknyamanan yang dialami trutama BG pengunjung pada situasi yang sedang viral saat ini,” ungkapnya lagi.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625