Tanpa ragu, ia membeli beberapa produk kerajinan tangan sebagai bentuk dukungan langsung terhadap pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata harus dibarengi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
“Kegiatan seperti ini membuka ruang promosi yang luas bagi produk-produk UMKM. Saya harap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tapi terus dikembangkan dan dilanjutkan secara berkesinambungan,” katanya.
Silvester juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pelaku pariwisata, hingga komunitas, untuk menjadikan festival-festival lokal sebagai sarana pemersatu dan penggerak ekonomi.
“Dari langkah kecil yang dimulai hari ini, saya yakin Desa Lewomada akan makin berkembang dan dikenal luas sebagai desa wisata yang kreatif, mandiri, dan penuh potensi,” ujarnya mengakhiri kunjungan.
Festival Pesona Lewomada tak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi produk lokal, tetapi juga menjadi ruang penting untuk merawat dan memperkenalkan warisan budaya lokal kepada generasi muda dan wisatawan. Sejumlah tarian tradisional, musik khas daerah, serta ritus adat turut dipentaskan selama festival berlangsung.
Menurut Kepala Desa Lewomada, Dominikus Pondeng, kegiatan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan desanya sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di wilayah Sikka dan Flores Timur secara umum.
“Kami ingin menunjukkan bahwa desa kecil seperti Lewomada juga punya potensi besar. Dengan keterlibatan semua warga, kami berharap desa ini akan terus tumbuh dan menjadi destinasi yang menarik,” kata Dominikus.
Festival ini pun diharapkan menjadi momentum awal untuk memperkuat kolaborasi antarwilayah di kawasan timur Flores, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis budaya.*(Ell)
|
