NTTKreatif.com, Maumere — Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Flores Timur, Silvester Kabelen, menghadiri langsung Festival Pesona Lewomada di Desa Lewomada, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Festival yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Desa Lewomada ini berlangsung selama tiga hari dan diisi dengan berbagai pertunjukan seni budaya, pameran produk lokal, dan kegiatan masyarakat yang bernuansa kearifan lokal.
Silvester hadir bersama para kepala bidang dan staf Disparbud Flores Timur. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa semangat kolaborasi lintas daerah dalam membangun sektor pariwisata kini semakin terbuka dan progresif.
Dalam sambutannya di panggung utama, Silvester menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepala Desa Lewomada, Dominikus Pondeng, atas inisiatifnya menyelenggarakan festival dengan dukungan penuh dari BPD dan masyarakat setempat.
Ia menilai keberanian desa dalam membangun sektor pariwisata secara mandiri patut diapresiasi dan didukung oleh semua pihak, termasuk dari daerah tetangga.
“Saya sangat mengapresiasi langkah berani ini. Tiga hari festival adalah upaya luar biasa. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Lewomada punya semangat besar untuk berkembang di bidang pariwisata dan kebudayaan,” ujar Silvester disambut tepuk tangan warga.
Ia menambahkan bahwa pariwisata adalah ruang kolaboratif tanpa sekat, yang tidak boleh dibatasi oleh batas administratif seperti kabupaten atau provinsi. Justru, menurut dia, keberhasilan pariwisata akan semakin cepat tercapai bila ada sinergi antarwilayah.
“Urusan pariwisata, meskipun berbeda kabupaten atau bahkan provinsi, kita semua harus ambil bagian. Tidak ada sekat dalam dunia pariwisata dan kebudayaan. Semakin banyak desa yang berkembang, semakin kuat posisi kita dalam peta pariwisata nasional,” tegasnya.
Usai menyampaikan sambutan, Silvester berkeliling mengunjungi sejumlah stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memamerkan hasil karya warga lokal, mulai dari tenun ikat, anyaman bambu, olahan pangan lokal, hingga aksesori khas daerah.
Tanpa ragu, ia membeli beberapa produk kerajinan tangan sebagai bentuk dukungan langsung terhadap pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata harus dibarengi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
“Kegiatan seperti ini membuka ruang promosi yang luas bagi produk-produk UMKM. Saya harap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tapi terus dikembangkan dan dilanjutkan secara berkesinambungan,” katanya.
Silvester juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pelaku pariwisata, hingga komunitas, untuk menjadikan festival-festival lokal sebagai sarana pemersatu dan penggerak ekonomi.
“Dari langkah kecil yang dimulai hari ini, saya yakin Desa Lewomada akan makin berkembang dan dikenal luas sebagai desa wisata yang kreatif, mandiri, dan penuh potensi,” ujarnya mengakhiri kunjungan.
Festival Pesona Lewomada tak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi produk lokal, tetapi juga menjadi ruang penting untuk merawat dan memperkenalkan warisan budaya lokal kepada generasi muda dan wisatawan. Sejumlah tarian tradisional, musik khas daerah, serta ritus adat turut dipentaskan selama festival berlangsung.
Menurut Kepala Desa Lewomada, Dominikus Pondeng, kegiatan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan desanya sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di wilayah Sikka dan Flores Timur secara umum.
“Kami ingin menunjukkan bahwa desa kecil seperti Lewomada juga punya potensi besar. Dengan keterlibatan semua warga, kami berharap desa ini akan terus tumbuh dan menjadi destinasi yang menarik,” kata Dominikus.
Festival ini pun diharapkan menjadi momentum awal untuk memperkuat kolaborasi antarwilayah di kawasan timur Flores, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis budaya.*(Ell)
|
