Sementara jika dicermati dari segmen penduduk kota dan pedesaan, kemiskinan NTT didominasi oleh wilayah perkotaan lebih dibandingkan dengan wilayah pedesaan.
Dimana, pada Maret 2023 ke Maret 2024 di wilayah perkotaan ada peningkatan angka kemiskinan dari 3,88 persen atau Rp 614.436 menjadi Rp 638.261.
Sedangkan untuk wilayah pedesaan, perubahannya lebih rendah yaitu meningkatkan 3,71 persen saja.
Beberapa komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan di wilayah perkotaan, untuk komoditas makanan yaitu beras sebesar 30,78 persen, rokok kretek filter sebesar 6,79 persen, ikan kembung, ikan tongkol atau tuna cakalang, dan telur ayam RAS.
Sedangkan untuk komoditas non makanan yang memberi kontribusi terbesar yaitu perumahan sebesar 9,14 persen, bensin 1,77 persen, listrik dan pendidikan. ***
|

Tinggalkan Balasan