“Pemerintah Desa juga mendukung program JPM dalam upaya penanganan stunting ini dengan menganggarkan dari dana desa untuk pembudayaan budi daya ikan lele,” ungkapnya.
Ayub berharap adanya kerja sama yang lebih giat antara semua pihak, baik masyarakat, pemdes dan kabupaten maupun LSM sehingga penanganan stunting dapat terealisasi.
“Perlu adanya kerja kolaborasi yang lebih giat antara semua pihak, sehingga penanganan stunting itu dapat terwujud dengan menekan angka stunting di SBD” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karuni, Aleks Ngongo Routa di kesempatan itu merasa bersyukur adanya pendampingan dari Yayasan JPM dalam upaya penanganan stunting.
Diakuinya, sebelum pendampingan oleh JPM angka stunting di desa Karuni mencapai 48 orang anak pada tahun 2023, dan setelah pendampingan menurun drastis menjadi sisa 17 orang anak penderita stunting.
Lebih lanjut Aleks menjelaskan program JPM sangat menyentuh masyarakat dengan adanya pendampingan untuk kebun gizi dan kolam ikan lele. Hal ini sangat membantu Masyarakat untuk meningkatkan gizi keluarga dan protein.
“JPM dan Pemdes Karuni sudah melakukan kerja sama dalam bidang Kesehatan khususnya dalam upaya penurunan angka stunting. Kami merasa bersyukur mendapat mitra yang membantu kami menurunkan angka stunting” ungkapnya.
Sebagaimana disaksikan nttkreatif.com, masyarakat sangat antusias dengan monitoring yang dilakukan oleh JPM Bersama OPD-OPD. Masyarakat dapat melakukan dialog langsung dengan OPD terkait tentang apa yang menjadi kebutuhannya di desa salah satunya adalah kebutuhan masyarakat akan air bersih dan dukungan bibit sayuran dan pupuk.***
|

Tinggalkan Balasan