Dirinya menegaskan kesiapan tersebut harus didukung dengan keyakinan yang kuat bahwa paket ini adalah paket yang layak yang diusung.

Keyakinan tersebut tambahnya lagi harus lahir dari prinsip Utara Yang Benar.

">

Prinsip itu lanjutnya artinya keputusan untuk mendukung harus didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan yang benar dan mendasar.

“Pertimbangan berdasarkan prinsip yang benar dan mendasar harusnya berpusat pada integritas dan kapasitas. Integritas artinya ketulusan, kelurusan, kesesuaian antara kata dan perbuatan, keterikatan pada etika dan moral publik, yang dicerminkan dalam perilaku tidak korupsi dan usaha untuk memberi lebih dari yang dimandatkan,” katanya.

Sementara kapasitas, kata Anton, adalah kemampuan seorang pemimpin untuk memproduksi pikiran dan konsep-konsep kebijakan terbaik dan mengajak orang untuk bekerja berdasarkan konsep yang ada.

“Kedua pertimbangan ini harus menjadi pertimbangan utama. Bukan memilih berdasarkan pertimbangan hubungan keluarga dan wilayah, pertimbangan isi tas, maupun pertimbangan ikatan politik format tertentu. Pertimbangan-pertimbangan seperti ini adalah pertimbangan utara yang salah. Ada pertimbangan utama, ada pertimbangan tidak utama. Ada pertimbangan primer, ada pertimbangan sekunder. Kita harus berpegang pada pertimbangan utama. Jika tidak, politik negeri ini tidak akan maju, karena tidak akan menghasilkan pemimpin dan kebijakan yang baik,” tegasnya lagi mengingatkan. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625