NTTKreatif, LARANTUKA – Usai mengamankan partai bersama koalisinya, pasangan bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati Kabupaten Flores Timur, Anton Doni Dihen dan Ignas Boli Uran atau lebih dikenal dengan paket ADDIBU mulai melakukan safari politik dengan mengukuhkan para Relawan ADDIBU.
Pengukuhan Relawan ADDIBU ini terjadi pada Minggu 21 Juli 2024 dengan mengambil zona tiga kecamatan yakni Kecamatan Ile Mandiri, Tanjung Bunga dan Lewolema.
Dalam sambutannya, Koordinator Relawan ADDIBU Zona Ile Mandiri, Tanjung Bunga, dan Lewolema, Don Lebuan mengatakan kalau pihaknya menargetkan kemenangan di tiga kecamatan tersebut.
Hal tersebut sebutnya dikarenakan pihaknya mellihat animo masyarakat untuk mendukung duet Anton Doni Dihen dan Ignas Boli Uran di Pilkada Flotim sangat besar.
“Kita menargetkan kemenangan di ketiga kecamatan ini. Kita ingin menjadi bagian utama dari kemenangan ADD-IBU,” katanya.
Sementara itu, bakal calon Bupati Flotim yang diusung Partai NasDem dan Partai Demokrat, Anton Doni Dihen menyampaikan terima kasih atas kesediaan masyarakat menjadi relawan untuk pemenangan paket ADDIBU pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.
Dirinya menegaskan kesiapan tersebut harus didukung dengan keyakinan yang kuat bahwa paket ini adalah paket yang layak yang diusung.
Keyakinan tersebut tambahnya lagi harus lahir dari prinsip Utara Yang Benar.
Prinsip itu lanjutnya artinya keputusan untuk mendukung harus didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan yang benar dan mendasar.
“Pertimbangan berdasarkan prinsip yang benar dan mendasar harusnya berpusat pada integritas dan kapasitas. Integritas artinya ketulusan, kelurusan, kesesuaian antara kata dan perbuatan, keterikatan pada etika dan moral publik, yang dicerminkan dalam perilaku tidak korupsi dan usaha untuk memberi lebih dari yang dimandatkan,” katanya.
Sementara kapasitas, kata Anton, adalah kemampuan seorang pemimpin untuk memproduksi pikiran dan konsep-konsep kebijakan terbaik dan mengajak orang untuk bekerja berdasarkan konsep yang ada.
“Kedua pertimbangan ini harus menjadi pertimbangan utama. Bukan memilih berdasarkan pertimbangan hubungan keluarga dan wilayah, pertimbangan isi tas, maupun pertimbangan ikatan politik format tertentu. Pertimbangan-pertimbangan seperti ini adalah pertimbangan utara yang salah. Ada pertimbangan utama, ada pertimbangan tidak utama. Ada pertimbangan primer, ada pertimbangan sekunder. Kita harus berpegang pada pertimbangan utama. Jika tidak, politik negeri ini tidak akan maju, karena tidak akan menghasilkan pemimpin dan kebijakan yang baik,” tegasnya lagi mengingatkan. ***
|

Tinggalkan Balasan