Dalam kurun waktu sekitar tiga bulan, menurut dia, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah daerah mulai menampakkan hasil. Salah satu capaian yang paling nyata adalah alokasi dana sebesar Rp11 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan di Basira, Kecamatan Tanjung Bunga.

Selain itu, sekitar Rp3 miliar juga dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur jalan di dalam Kota Larantuka, termasuk pembangunan sejumlah plat deker di beberapa titik.

">

Tidak hanya di daratan, pembangunan juga diarahkan ke wilayah kepulauan. Di Pulau Solor, pemerintah mulai mengerjakan dua sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Meskipun proses penyelesaian proyek tersebut melampaui 100 hari kerja pertama, Ignasius menilai langkah itu merupakan pijakan penting untuk pemerataan pembangunan.

Di bidang pariwisata, pemerintah daerah juga mendorong aktivitas yang melibatkan masyarakat luas. Salah satunya adalah kegiatan Solor Fun Run yang digelar untuk memperkuat partisipasi publik sekaligus memperkenalkan potensi daerah.

Meski begitu, Ignasius menyadari, dalam enam bulan pertama kepemimpinan ADD-IBU, belum semua capaian bisa terlihat nyata di mata publik. Ia menekankan, pembangunan membutuhkan proses dan waktu yang tidak singkat.

“Secara kuantitatif, mungkin belum banyak yang terlihat jelas. Namun bagi kami, meski kecil dan belum sepenuhnya diketahui atau memuaskan publik, ada satu-dua hal yang sudah kami lakukan sebagai pijakan awal,” tuturnya.

Ignasius optimistis, dengan semangat persatuan dan fokus pada produktivitas, Flores Timur mampu melangkah lebih jauh menuju kemandirian.

“Tema kemerdekaan tahun ini mengingatkan kita, hanya dengan bersatu dan mandiri kita bisa mewujudkan Flores Timur yang majudan bermartabat,” tutupnya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625