NTTKreatif.com, Larantuka — Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia tahun ini menjadi momentum penting bagi daerah untuk memperkuat semangat persatuan dan kemandirian.
Tema nasional yang diusung adalah “Bersatu dan Mandiri”, sementara Kabupaten Flores Timur menyesuaikan dengan tema “Lompatan Jauh Menuju Flores Timur yang Maju dan Bermartabat.”
Menurut Ignasius, tema daerah tersebut merupakan turunan langsung dari visi dan misi kepemimpinan politik pasangan Antonius Doni Dihen–Ignasius Boli Uran (ADD-IBU) untuk periode 2025–2030.
Lebih lanjut, arah pembangunan itu juga telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dengan gagasan utama “Flores Timur Produktif dan Inovatif Menuju Lewotanah yang Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan.”
Ia menjelaskan, konsep produktivitas menjadi kata kunci dalam pembangunan Flores Timur ke depan. Hal itu, kata dia, tercermin dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang akan lebih difokuskan pada sektor ekonomi.
“Dua sektor yang mendapat perhatian utama adalah perikanan dan pertanian. Lompatan produktivitas berarti semangat bersama, terutama pemerintah dan instansi terkait, untuk meningkatkan hasil yang lebih signifikan di dua sektor ini,” ujar Ignasius dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (15/8/2025).
Ia mengingatkan, kemandirian fiskal daerah masih menjadi tantangan besar. Hingga kini, ketergantungan fiskal Flores Timur terhadap pemerintah pusat masih sangat tinggi, yakni mencapai 96 persen. Sementara pendapatan asli daerah (PAD) baru berada di kisaran Rp64 miliar.
“Kalau kita mau memperbaiki kemandirian fiskal, maka peningkatan pendapatan dari sektor prioritas harus benar-benar menjadi perhatian,” katanya.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025 di Jakarta dan mulai bertugas di Flores Timur pada 3 Maret 2025, pasangan ADD-IBU langsung menyusun agenda kerja jangka pendek. Meski tidak secara formal menamai program itu sebagai 100 Hari Kerja, Ignasius menyebut ada sejumlah target yang dikejar dalam periode awal kepemimpinan mereka.
Dalam kurun waktu sekitar tiga bulan, menurut dia, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah daerah mulai menampakkan hasil. Salah satu capaian yang paling nyata adalah alokasi dana sebesar Rp11 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan di Basira, Kecamatan Tanjung Bunga.
Selain itu, sekitar Rp3 miliar juga dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur jalan di dalam Kota Larantuka, termasuk pembangunan sejumlah plat deker di beberapa titik.
Tidak hanya di daratan, pembangunan juga diarahkan ke wilayah kepulauan. Di Pulau Solor, pemerintah mulai mengerjakan dua sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Meskipun proses penyelesaian proyek tersebut melampaui 100 hari kerja pertama, Ignasius menilai langkah itu merupakan pijakan penting untuk pemerataan pembangunan.
Di bidang pariwisata, pemerintah daerah juga mendorong aktivitas yang melibatkan masyarakat luas. Salah satunya adalah kegiatan Solor Fun Run yang digelar untuk memperkuat partisipasi publik sekaligus memperkenalkan potensi daerah.
Meski begitu, Ignasius menyadari, dalam enam bulan pertama kepemimpinan ADD-IBU, belum semua capaian bisa terlihat nyata di mata publik. Ia menekankan, pembangunan membutuhkan proses dan waktu yang tidak singkat.
“Secara kuantitatif, mungkin belum banyak yang terlihat jelas. Namun bagi kami, meski kecil dan belum sepenuhnya diketahui atau memuaskan publik, ada satu-dua hal yang sudah kami lakukan sebagai pijakan awal,” tuturnya.
Ignasius optimistis, dengan semangat persatuan dan fokus pada produktivitas, Flores Timur mampu melangkah lebih jauh menuju kemandirian.
“Tema kemerdekaan tahun ini mengingatkan kita, hanya dengan bersatu dan mandiri kita bisa mewujudkan Flores Timur yang majudan bermartabat,” tutupnya.***
|
