Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan kebangsaan. Menurutnya, persatuan adalah kunci untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan yang berkeadilan serta menyejahterakan rakyat.
Momen renungan suci itu sekaligus menjadi ruang refleksi bagi para pemimpin daerah. Dalam keheningan malam, tergambar jelas kesadaran bahwa perjuangan masa kini bukan lagi mengangkat senjata, tetapi melawan kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan.
Bagi warga Flores Timur, acara ini menjadi simbol kuat tentang pentingnya menghargai sejarah. TMP Lapak Tana tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir para pahlawan, tetapi juga ruang belajar generasi muda tentang arti pengorbanan dan cinta tanah air.
Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Flores Timur diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi penggerak semangat kebangsaan. Kehadiran Forkopimda di TMP Lapak Tana memberi pesan kuat bahwa persatuan dan kebersamaan adalah kunci untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa.
Dengan doa yang terucap lirih di tengah malam, para peserta upacara menutup apel dengan janji dalam hati: melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui kerja nyata, menjaga persatuan, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air di setiap langkah kehidupan berbangsa.*(Ell)
|
