NTTKreatif.com, Larantuka – Menyambut HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Flores Timur menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Lapak Tana, Larantuka, Sabtu (16/8/2025) pukul 00.00 WITA.

Upacara hening di tengah malam itu menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat akan pengorbanan para pahlawan bangsa. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Dandim 1624/Flotim, Letkol Inf M. Nasir Simanjuntak, S.Ag., M.I.P., memimpin jalannya upacara.

">

Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Letda Inf Abdul Gafur Peu, sementara Kapten Inf Ismail Ratuloly bertugas sebagai Perwira Upacara. Suasana sakral begitu terasa. Di bawah cahaya temaram lampu obor, seluruh peserta upacara berdiri tegap, menundukkan kepala, dan larut dalam doa bagi para pahlawan yang telah mendahului.

Setiap langkah dan gerakan peserta upacara mencerminkan khidmat serta rasa hormat yang mendalam. Acara tersebut dihadiri para pemimpin daerah, antara lain Bupati Flores Timur Ir. Antonius Doni Dihen, Wakil Bupati Ignasius Boli Uran, S.Fil., Kapolres AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., Ketua DPRD Robertus Rebon Karete, S.Pd., Kajari Teddy Rorie, S.H., M.H., Ketua PN Maria Rosdiyanti Servina Maranda, S.H., Sekda Drs. Petrus Pedo Maran, M.Si., serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah.

Kehadiran para pemangku kepentingan itu menegaskan semangat kebersamaan untuk menjaga warisan perjuangan bangsa. Dalam amanatnya, Letkol Inf Nasir Simanjuntak menekankan bahwa apel kehormatan dan renungan suci bukan sekadar seremoni, melainkan wujud penghargaan yang tulus atas jasa para pahlawan.

“Pengorbanan mereka adalah fondasi berdirinya bangsa ini. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan dengan menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya dengan suara bergetar penuh makna.

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan kebangsaan. Menurutnya, persatuan adalah kunci untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan yang berkeadilan serta menyejahterakan rakyat.

Momen renungan suci itu sekaligus menjadi ruang refleksi bagi para pemimpin daerah. Dalam keheningan malam, tergambar jelas kesadaran bahwa perjuangan masa kini bukan lagi mengangkat senjata, tetapi melawan kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan.

Bagi warga Flores Timur, acara ini menjadi simbol kuat tentang pentingnya menghargai sejarah. TMP Lapak Tana tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir para pahlawan, tetapi juga ruang belajar generasi muda tentang arti pengorbanan dan cinta tanah air.

Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Flores Timur diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi penggerak semangat kebangsaan. Kehadiran Forkopimda di TMP Lapak Tana memberi pesan kuat bahwa persatuan dan kebersamaan adalah kunci untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa.

Dengan doa yang terucap lirih di tengah malam, para peserta upacara menutup apel dengan janji dalam hati: melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui kerja nyata, menjaga persatuan, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air di setiap langkah kehidupan berbangsa.*(Ell)

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625