Antusiasme peserta terlihat sejak digelarnya technical meating. Dalam forum tersebut, panitia menekankan pentingnya menjaga integritas dan sportivitas sepanjang jalannya kompetisi. Aturan pertandingan disusun untuk memastikan turnamen berlangsung sehat, adil, dan menghibur penonton.
Menariknya, kegiatan ini digelar di Kafe Bui Nagi, sebuah kafe yang dikelola oleh warga binaan Rutan Kelas II B Larantuka. Pemilihan lokasi ini, menurut Nani, juga menjadi simbol inklusivitas dan kesempatan bagi semua pihak untuk ikut merayakan kemerdekaan dengan cara kreatif.
“Kafe Bui Nagi bukan hanya tempat yang unik, tetapi juga sarana pemberdayaan. Kami ingin menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan bisa dirayakan bersama, tanpa memandang latar belakang,” ujar Nani.
Turnamen dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Selasa–Rabu, 19–20 Agustus 2025, mulai pukul 19.00 Wita hingga selesai. Pertandingan akan disiarkan secara terbuka bagi masyarakat yang ingin menonton langsung di lokasi.
“Selain sebagai hiburan, saya tentu berharap turnamen ini dapat melahirkan talenta-talenta esport baru dari Flores Timur. Kehadiran anak muda yang menguasai teknologi digital sangat penting sebagai bagian dari daya saing daerah ini di masa depan,” tutup Nani Betan. *(Ell)*
|
