“Kami menyiapkan posko pengaduan masyarakat yang memang belum dicoklit sebagai data pemilih oleh pantarlih. Karena memang pencoklitan data pemilih ini sudah dilakukan oleh pantarlih selama dua bulan lalu, tetapi sampai dengan saat ini kami belum mendapatkan pengaduan dari masyarakat,” terangnya, Rabu 31 Juli 2024 pagi tadi.
Dirinya berharap dalam proses pilkada di November mendatang, jumlah data pemilih sesuai dari hasil pencoklitan petugas pantarlih di setiap kecamatan sudah bisa rampung tanpa masalah.
Hal ini penting mengingat salah satu hal yang membuat situasi Pemilu menjadi tidak aman berasal dari pendataan.
“Ya kita berharap, agar data pemilih ini baik-baik saja, yang kita takutkan orang yang suda meninggal bangun untuk mencoblos lalu habis mencoblos meninggal lagi,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Emanuel Koro juga sempat menyentil beberapa kinerja PPK kecamatan yang merujuk pada pelanggaran berat.
Oleh karenanya, Bawaslu menghimbau agar kinerja tidak terpuji itu tidak terjadi lagi pada pilkada mendatang. Bagi Bawaslu SBS mencegah lebih baik daripada menindak.
“Dalam Pileg kemarin kami menerima puluhan laporan, ada 21 laporan dan kami sudah mengeluarkan status laporannya. Konsekuensi dari laporan itu karena tidak bernuansa formil dan materil dan laporan yang kami tindaklanjuti dengan sanksi administratif yaitu PPK Wewewa Selatan dan Wewewa Barat termasuk Wewewa Tengah,” tegasnya***
|

Tinggalkan Balasan