NTTKreatif, Larantuka –Kabar mengejutkan mengguncang publik sepak bola Flores Timur. Di tengah euforia keberhasilan Perseftim meraih juara III ETMC XXXIII di Kupang, badai justru datang dari dalam tubuh tim.

Jelang partisipasi mereka di Liga IV Nasional yang akan digelar di Yogyakarta akhir April 2025, Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Flores Timur justru merombak total manajemen Perseftim.

">

Langkah kontroversial ini dilakukan ketika Perseftim baru saja mencicipi prestasi manis setelah 15 tahun puasa gelar di ajang bergengsi ETMC. Ironisnya, manajemen yang terbukti sukses justru ‘ditendang’ tanpa penjelasan logis.

Manajer Teknis Herman Viky Betan, Manajer Umum Niko Beoang, bendahara, tim medis, dan kitman—semuanya dicopot oleh Ketua Askab, Jhon Kopong. Akibatnya, para pemain andalan serta pelatih kepala Perseftim terancam mundur massal. Padahal waktu terus berjalan menuju Liga IV Nasional yang tinggal menghitung hari.

“Ini keputusan sepihak, penuh arogansi. Kami berdarah-darah membawa tim ini juara, tapi malah ditendang begitu saja,” tegas Viky Betan, Sabtu (5/4) malam.

Viky menuding perombakan dilakukan tanpa mekanisme organisasi yang jelas. Bahkan, katanya, masukan dari para anggota Executive Committee (Exco) diabaikan mentah-mentah oleh Ketua Askab.

“Tidak ada forum resmi, tidak ada musyawarah. Semua digilas begitu saja. Ini gaya kepemimpinan otoriter yang tidak pantas ada dalam tubuh asosiasi sepak bola,” kecamnya.

Lebih mengejutkan, Viky mengungkap bahwa keputusan ini bisa berdampak fatal pada keikutsertaan Perseftim di Liga IV Nasional. Tim dalam kondisi tak siap, sementara kekompakan yang sudah dibangun bertahun-tahun terancam hancur.

“Jangan salahkan publik kalau muncul asumsi liar. Keputusan ngawur seperti ini bisa menghancurkan masa depan Perseftim,” ujarnya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Askab Flores Timur, Jhon Kopong, belum memberikan tanggapan. Dihubungi via telepon dan WhatsApp oleh salah satu Anggota Pewartah namun panggilan pertama menunjukkan nomor sedang sibuk, sementara panggilan kedua tidak direspons.*(Ell)

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625