Viky menuding perombakan dilakukan tanpa mekanisme organisasi yang jelas. Bahkan, katanya, masukan dari para anggota Executive Committee (Exco) diabaikan mentah-mentah oleh Ketua Askab.

“Tidak ada forum resmi, tidak ada musyawarah. Semua digilas begitu saja. Ini gaya kepemimpinan otoriter yang tidak pantas ada dalam tubuh asosiasi sepak bola,” kecamnya.

">

Lebih mengejutkan, Viky mengungkap bahwa keputusan ini bisa berdampak fatal pada keikutsertaan Perseftim di Liga IV Nasional. Tim dalam kondisi tak siap, sementara kekompakan yang sudah dibangun bertahun-tahun terancam hancur.

“Jangan salahkan publik kalau muncul asumsi liar. Keputusan ngawur seperti ini bisa menghancurkan masa depan Perseftim,” ujarnya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Askab Flores Timur, Jhon Kopong, belum memberikan tanggapan. Dihubungi via telepon dan WhatsApp oleh salah satu Anggota Pewartah namun panggilan pertama menunjukkan nomor sedang sibuk, sementara panggilan kedua tidak direspons.*(Ell)

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625