Kuliti Desa Hingga Sebut Desa Tidak Berwarna

Sementara itu, Wakil Bupati SBD, Wakil Bupati SBD, Dominikus A Rangga Kaka di kesempatan itu mengaku gelontoran dana desa yang demikian banyaknya nyatanya tidak membuat SBD berwarna.

">

Padahal dana desa sebutnya untuk dimanfaatkan untuk pemberdayaan dan pembangunan.

“Setiap kali habis masa jabatan kepala desa, asetnya tidak jelas, profil juga begitu, tapi harapan saya dan Ibu Bupati ke depan, Desa sudah punya profil yang jelas,” katanya.

Selain persoalan administrasi, persoalan penggunaan kantor desa pun diangkat Wakil Bupati di forum tersebut.

Dirinya meminta agar kepala desa bisa menggunakan kantor desanya untuk beraktivitas, alih-alih membiarkan menjadi mubazir.

Lebih lanjut, dirinya pun mengingatkan pendamping desa untuk serius mendampingi desa.

“Mohon maaf teman-teman pendamping, kami punya komunikasi ke atas. Kalau tidak mampu mendampingi maka akan minta ganti,” pungkasnya lagi.

Pantauan nttkreatif.com, hadir dalam kegiatan tersebut, Pj Sekda SBD, Etmundus N Nau, Kadis PMD, Semon Lende dan Inspektur Daerah, Theofilus Natara, pendamping desa, pendamping lokal desa dan 173 Kades. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625