Menurut Bupati, sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Sikka dalam dokumen RPJMD 2025–2029. Gagasan besar yang diusung adalah *Sikka Tangguh Lokal*, yakni pembangunan berbasis potensi desa dan partisipasi warga.
“Festival ini selaras dengan visi ‘Maumere Baru’. Desa harus menjadi pusat kreativitas dan kemandirian ekonomi. Potensi seperti budaya, alam, pertanian, dan perikanan harus dikelola secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk menjaga kesinambungan kegiatan seperti ini. Festival bukan hanya event tahunan, tetapi bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Lewomada dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Selain kekayaan budaya, kekuatan komunitas dan semangat gotong royong warga menjadi modal sosial yang penting untuk membangun dari akar rumput.
Bupati berharap, keberanian Lewomada menggelar festival ini bisa menginspirasi desa-desa lain di Sikka untuk menggali dan menampilkan kekayaan lokal mereka. “Dari desa, kita bisa bangkit dan mandiri,” ucapnya.*(Ell)
|
