NTTKreatif.com, Sikka— Desa Lewomada di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengawali langkah kreatif melalui penyelenggaraan Festival Pesona Lewomada 2025. Festival ini menjadi upaya warga desa memperkenalkan budaya lokal sekaligus mempromosikan potensi wisata yang dimiliki.
Festival bertajuk Soga Lewo, yang berarti ”mengangkat nama kampung”, dibuka oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, pada Rabu (9/7/2025). Dalam sambutannya, Bupati menyebut festival ini sebagai wujud keberanian dan inovasi masyarakat desa.
“Ide menggelar festival budaya di desa yang jauh dari ibu kota kabupaten menunjukkan semangat kreatif warga. Ini bukan sekadar perayaan, tapi strategi cerdas membangun daerah dari pinggiran,” ujarnya.
Festival Pesona Lewomada berlangsung selama tiga hari, hingga Jumat (11/7/2025). Kegiatan yang digelar meliputi pameran produk UMKM, pertunjukan seni teater, atraksi budaya, serta peluncuran paket wisata berbasis komunitas.
Juventus mengungkapkan, ia langsung mendukung rencana festival sejak pertama kali disampaikan oleh Kepala Desa Lewomada, Dominikus Pondeng. Komitmen hadir secara langsung disebutnya sebagai bentuk dukungan nyata bagi masyarakat.
Menurut Bupati, sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Sikka dalam dokumen RPJMD 2025–2029. Gagasan besar yang diusung adalah *Sikka Tangguh Lokal*, yakni pembangunan berbasis potensi desa dan partisipasi warga.
“Festival ini selaras dengan visi ‘Maumere Baru’. Desa harus menjadi pusat kreativitas dan kemandirian ekonomi. Potensi seperti budaya, alam, pertanian, dan perikanan harus dikelola secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk menjaga kesinambungan kegiatan seperti ini. Festival bukan hanya event tahunan, tetapi bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Lewomada dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Selain kekayaan budaya, kekuatan komunitas dan semangat gotong royong warga menjadi modal sosial yang penting untuk membangun dari akar rumput.
Bupati berharap, keberanian Lewomada menggelar festival ini bisa menginspirasi desa-desa lain di Sikka untuk menggali dan menampilkan kekayaan lokal mereka. “Dari desa, kita bisa bangkit dan mandiri,” ucapnya.*(Ell)
|
