Dirinya menambahkan dirinya pernah ditegur oknum anggota saat ia mempertanyakan tewasnya alm Yulius lewat akun facebook pribadinya.
“Lalu kemudian ada hal penting juga yang saya mau sampaikan, bahwa saya dengan melakukan sebuah postingan status di akun facebook ada oknum polisi yang melakukan teguran kepada saya lewat inbox, saya bahkan pertanyakan apakah jenazah sudah autopsi, lalu saya dijawab bahwa keluarga menolak autopsi,” ungkapnya.
Dirinya pun berharap kasus tersebut bisa dibuka kembali dengan meminta pihak pemilik Toko Junior untuk membuka hasil rekaman CCTV dalam gudang saat kejadian itu berlangsung.
“Sampai saat ini berkaitan dengan kejadian itu, keluarga juga ingin melihat paling tidak dokumentasi saat alm tertimpah semen. Atau dibukakan CCTV kejadian dalam gudang itu. Kita mau kasus ini dibuka terang seterangnya,” katanya lagi.
Akui Sempat Tegur Tapi Bukan Ancam
Sementara oknum Polisi yang disebut menegur mengakui ia sempat menegur keluarga korban.
Namun dirinya menyebut teguran itu ia lakukan untuk meredam opini publik mengingat kasusnya sedang diproses oleh aparat.
“Tidak ada ancaman termasuk saat beri surat ke keluarga saat itu. Ada anaknya yang sempat baca surat itu sebelum ditandatangani. Kalau soal teguran di facebook itu karena kasusnya sedang didalami Polres sehingga tidak menghadirkan opini liar,” katanya.***
|

Tinggalkan Balasan