“Beberapa dari kami sudah mulai mengurangi jumlah barang yang dijual untuk menghindari kerugian lebih besar,” tuturnya.
Tak hanya pedagang rempah-rempah dan sembako, para penjual barang kebutuhan lainnya pun merasakan dampak yang serupa. Daeng Alan, seorang pedagang pakaian mengaku saat ini kesulitan mempertahankan usahanya tersebut
">
Lelaki tua asal Pulau Sulawesi yang berdomisili di Kelurahan Ekasapta, Larantuka itu terpaksa menurunkan harga barang untuk menarik pembeli, namun tetap saja pembeli enggan datang.
“Sudah 7 bulan ini, hanya beberapa barang saja yang terjual, tak sampai 6 orang yang beli. Kalau begini terus, jangankan untung, balik modal saja susah,” keluh Alan sambil tersenyum tipis. ***(Ell).
|
Halaman



Tinggalkan Balasan