">

NTTKreatif.com, Larantuka – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan dua nelayan asal Flotim yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Keduanya nelayan tersebut Alfred Koten (40), dan Alex Koten (46).

Sayang saat ditemukan keduanya sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Jasad keduanya pun sudah dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada Jumat, 13 Maret 2026 tadi.

Sebelumnya, kedua nelayan itu bersama dengan salah satu rekan mereka Yuven Koten (38) berencana untuk melaut menggunakan sampan kayu pada Kamis (12/3) sore.

Sayang berselang 30 menit, sampan ketiganya diterpa gelombang dan arus kuat hingga terbalik.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera melakukan aksi penyelamatan spontan.

Beruntung, Yuven Koten (38) berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke daratan dalam kondisi selamat.

Namun, dua rekannya, Alfred dan Alex, malah menghilang.

Basarnas yang mendapatkan laporan warga pun langsung menerjunkan Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian (LKK).

Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 23.00 WITA, tim di lapangan melaporkan penemuan korban pertama atas nama Alfred Koten (40).

Alfred ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 400 meter dari titik awal sampan terbalik. Jenazah korban langsung dievakuasi malam itu juga.

Memasuki hari kedua, Jumat (13/3), operasi SAR kembali dilanjutkan sejak pukul 06.00 WITA.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Basarnas Maumere, TNI AL, Polair, KSOP, BPBD, serta nelayan setempat melakukan penyisiran permukaan laut menggunakan Rubber Boat 30 PK milik Kansar Maumere.

Kondisi lapangan tidaklah mudah. Angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi sempat menjadi kendala utama bagi tim pencari.

Namun, penyisiran tetap difokuskan ke arah selatan mengikuti arah arus laut.

Setelah tiga jam menyisir perairan, Tim SAR akhirnya menemukan korban terakhir, Alex Koten (46), pada pukul 09.30 WITA.

Jasad Alex ditemukan mengapung di koordinat 8∘16′53.89″S–122∘53′9.35″E, atau berjarak kurang lebih 1,9 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Korban segera dievakuasi ke Puskesmas Lewolema untuk mendapatkan penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Dengan ditemukannya seluruh korban, Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere secara resmi menutup Operasi SAR ini.

“Kami berterima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, baik dari instansi pemerintahan maupun masyarakat nelayan yang sangat sigap membantu. Meskipun cuaca cukup menantang, koordinasi yang baik membuat seluruh korban dapat ditemukan dengan cepat,” tulis pernyataan resmi Basarnas Maumere.***