“Fraksi tidak boleh diam saja di DPRD. Harus rajin bersuara untuk kepentingan banyak orang, terutama para penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki,” tegas Anton.

Ia menambahkan, Fraksi PDIP memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan kebijakan penanganan pascabencana berjalan efektif. Menurutnya, suara para penyintas harus terus dikawal agar tidak tenggelam dalam proses birokrasi yang berlarut-larut.

">

Mantan Bupati Flores Timur itu juga menyatakan dukungan kepada pemerintah daerah agar segera membangun komunikasi ulang dengan pihak terkait mengenai alternatif lokasi Huntap. Ia mengingatkan bahwa sejumlah lokasi yang sebelumnya diajukan mendapat penolakan dari pemerintah pusat sehingga diperlukan strategi baru yang lebih meyakinkan.

Anton menilai, upaya negosiasi ulang penting dilakukan dalam waktu dekat agar pemerintah pusat memahami urgensi relokasi permanen bagi warga terdampak. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak boleh menyerah meski usulan sebelumnya belum disetujui.

Menurut Anton, waktu terus berjalan sementara para penyintas masih hidup dalam ketidakpastian. Musim hujan yang segera tiba juga dikhawatirkan kembali memperburuk kondisi mereka di lokasi pengungsian sementara.

“Lebih cepat lebih baik. Jangan biarkan musim hujan keempat kembali dialami para penyintas erupsi Lewotobi,” tutup Anton. *(Ell)*

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625