NTTKreatif.com, Larantuka – Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, menegaskan komitmen partainya untuk terus mengawal percepatan penetapan lokasi Hunian Tetap (Huntap) bagi para penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Anton Hadjon meminta pemerintah daerah memastikan bahwa setiap usulan lokasi Huntap benar-benar memenuhi standar kenyamanan serta dapat diterima oleh pemerintah pusat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers saat ia mendampingi Ketua DPD PDIP NTT, Yunus Takandewa, dalam agenda kunjungan kerja sekaligus Napak Tilas Sejarah PDI Perjuangan di Nusa Tenggara Timur, Senin (8/12/2025).
Kegiatan berlangsung di kantor DPC PDIP Flores Timur dengan dihadiri jajaran pengurus dan kader partai dari tingkat cabang hingga ranting.
Anton menegaskan, persoalan Huntap bukan sekadar pemindahan lokasi, namun menyangkut masa depan ratusan warga terdampak yang hampir dua tahun hidup dalam situasi pengungsian. Karena itu, setiap keputusan pemerintah harus melalui pertimbangan matang disertai dialog intensif dengan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Anton kembali mengingatkan anggota DPRD Flores Timur dari Fraksi PDIP agar terus memperjuangkan kebutuhan para penyintas. Ia menegaskan wakil rakyat dari PDIP harus aktif menyuarakan kepentingan publik dalam setiap rapat bersama pemerintah daerah.
“Fraksi tidak boleh diam saja di DPRD. Harus rajin bersuara untuk kepentingan banyak orang, terutama para penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki,” tegas Anton.
Ia menambahkan, Fraksi PDIP memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan kebijakan penanganan pascabencana berjalan efektif. Menurutnya, suara para penyintas harus terus dikawal agar tidak tenggelam dalam proses birokrasi yang berlarut-larut.
Mantan Bupati Flores Timur itu juga menyatakan dukungan kepada pemerintah daerah agar segera membangun komunikasi ulang dengan pihak terkait mengenai alternatif lokasi Huntap. Ia mengingatkan bahwa sejumlah lokasi yang sebelumnya diajukan mendapat penolakan dari pemerintah pusat sehingga diperlukan strategi baru yang lebih meyakinkan.
Anton menilai, upaya negosiasi ulang penting dilakukan dalam waktu dekat agar pemerintah pusat memahami urgensi relokasi permanen bagi warga terdampak. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak boleh menyerah meski usulan sebelumnya belum disetujui.
Menurut Anton, waktu terus berjalan sementara para penyintas masih hidup dalam ketidakpastian. Musim hujan yang segera tiba juga dikhawatirkan kembali memperburuk kondisi mereka di lokasi pengungsian sementara.
“Lebih cepat lebih baik. Jangan biarkan musim hujan keempat kembali dialami para penyintas erupsi Lewotobi,” tutup Anton. *(Ell)*
|
