NTTKreatif, Maumere – Peran dokter anestesi sangat penting dalam menjaga kondisi kesehatan pasien sebelum, saat, dan setelah operasi berlangsung.

Dokter anestesi merupakan dokter spesialis yang bertanggung jawab untuk memberikan anestesi kepada pasien yang hendak menjalani prosedur bedah atau operasi.

">

Hilang peran dokter anestesi di rumah sakit umum TC Hillers berujung duka. Hal ini dibuktikan dengan kematian Ibu dan bayi yang di RSUD TC Hillers Maumere pada rabu lalu.

Tidak heran kemudian Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka melakukan aksi protesnya kepada pemerintah melalui DPRD Sikka, Jumat kemarin.

Dalam aksinya GMNI Sikka menuntut pemerintah pusat dan daerah untuk segera menugaskan dokter anestesi ke RSUD TC Hillers dalam waktu 3×24 jam melalui skema darurat.

Mereka juga mendesak agar Bupati Sikka dan Direktur RSUD TC Hillers diproses hukum atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, serta Pasal 359 KUHP terkait kelalaian yang menyebabkan kematian.

Menurut GMNI Sikka, tragedi ini merupakan bentuk nyata dari pelanggaran hak asasi manusia dalam sektor kesehatan.

Kegagalan pemerintah dalam memastikan ketersediaan tenaga medis dianggap sebagai bentuk pembunuhan struktural akibat kelalaian negara.

“Ini ketidakadilan kesehatan sebagai pelanggaran HAM, kegagalan pemerintah dalam menyediakan fasilitas kesehatan yang tidak memadai dapat dianggap sebagai pembunuhan struktural akibat kelalaian negara,” kata Ketua GMNI Sikka, Yohanes Maro saat aksinya itu.

Masalah utamanya kata dia adalah tidak adanya dokter anestesi.

“Kalau kita hanya menunggu dari Kementerian Kesehatan, kenyataannya hingga saat ini belum ada dokter yang ditempatkan. Itu sebabnya kami hadir hari ini,” ujarnya lagi.

Yohanes juga menyoroti mahalnya biaya layanan kesehatan di rumah sakit swasta, yang tidak terjangkau bagi sebagian besar masyarakat.

Karenanya, ia menuntut agar pemerintah segera menempatkan dokter anestesi di rumah sakit pemerintah untuk menjamin akses layanan yang lebih baik.

“Biaya pengobatan di rumah sakit swasta itu mahal. Karena itu, kami mendesak pemerintah untuk segera menghadirkan dokter anestesi di RSUD TC Hillers agar fasilitas kesehatan publik bisa berfungsi optimal,” tegasnya.

Direktur RSUD TC Hillers Maumere, dr. Clara Francis menanggapi tuntutan GMNI mengatakan pihak rumah sakit dan pemerintah daerah sudah berupaya dengan mekanisme yang ada untuk menghadirkan dokter anestesi di RSUD Maumere.

Dia menjelaskan, RSUD Maumere sudah memiliki dua dokter anestesi namun keduanya mengundurkan diri.

“Seperti yang disampaikan Bupati Sikka, kami juga tidak diam dan tidur saja. Kami berupaya sejak awal, bahwa dua dokter anestesi ini dalah orang Maumere asli dan ingat pembiayaan itu dari pemerintah. Kita ini dibiaya pemerintah, yang satu mengundurkan diri dan yang satu belum memperpanjang kontrak yang seharusnya dalam pengabdiannya menurut Kemenkes masih ada dua tahun wajib mengabdi,”ungkapnya.

Lanjutnya, pihak rumah sakit melakukan koordinasi dengan Dinkes Provinsi NTT hingga Kemenkes dan melakukan peminjaman beberapa dokter RSUD Komodo dan Aeramo.

“Di akhir tahun, kami melakukan koordinasi dan melakukan peminjaman beberapa dokter sambil kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Kemenkes. Tetapi sekali lagi mencari dokter anestesi tidak semudah mencari di toko. Sehingga kami mendapatkan pinjaman dokter dari RSUD Komodo dan RSUD Areamo,”terang dr.Clara.

Ia mengakui, upaya teknis dari pihak rumah sakit bersama DPRD dan pemerintah daerah sudah dilakukan. Namun, ketersediaan dokter anestesi cukup sulit.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625