Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menyatakan bahwa dinamika yang terjadi belakangan ini menjadi refleksi penting bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab moral dan profesional terhadap masyarakat. Apa yang terjadi beberapa waktu terakhir menjadi refleksi bagi kita semua untuk memperbaiki sistem, memperkuat koordinasi, dan menjaga hubungan yang saling menghargai,” tegasnya.

">

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah siap membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka dan responsif untuk mencegah terjadinya hal serupa di masa mendatang.

Hadirnya perwakilan IDI, kolegium anestesi, dan para pihak dari lingkungan rumah sakit memperlihatkan komitmen bersama dalam membangun pelayanan kesehatan yang lebih kuat dan terpercaya di Kabupaten Sikka.

Kesepakatan yang tercapai dalam pertemuan tersebut segera dilaporkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Sikka kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam pertemuan resmi yang digelar pada Minggu malam, 13 April 2025. Laporan ini menjadi bagian dari langkah cepat dan tanggap Pemerintah Kabupaten Sikka dalam menjamin keberlanjutan dan stabilitas pelayanan kesehatan publik.

Pemerintah Kabupaten Sikka menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki tata kelola layanan kesehatan, memberikan dukungan penuh kepada tenaga medis, dan memastikan setiap warga mendapatkan akses layanan yang adil, berkualitas, dan berkesinambungan.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625