“Dulu pernah juga minta cuma saya tidak kasih. Baru kali ini saya kasih ke dia uang itu karena dia memastikan sekolah kami dapat program itu,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah dirinya sudah melaporkan hal tersebut ke Dinas, dirinya menyebut kalau dirinya sudah menyampaikannya ke dinas sekaligus memastikan apakah benar yang disampaikan oleh oknum pegawai itu.

">

“Sudah saya sampaikan tadi,” ungkapnya.

Tidak Ada Pungutan

Sementara itu, Kabid SD, Yenni Utami saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi tersebut. Kendati dirinya belum memastikan hal tersebut benar atau tidak namun dengan tegas dirinya menampik adanya permintaan soal uang pelicin dalam program revitalisasi sekolah.

Pasalnya, dalam program tersebut, pihaknya hanya mengusulkan saja sekolah-sekolah untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Soal kepastian sekolah itu nantinya mendapatkan program itu adalah kewenangan pemerintah pusat.

“Informasinya sudah saya dapatkan. Cuma tidak benar kalau kami dinas yang minta. Itu oknum. Dan itu tidak dibenarkan. Karena kami hanya mengusulkan ke pusat nanti penentuannya kembali ke pusat,” katanya. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625