“Korban sempat mengeluarkan air dan busa selama kurang lebih satu menit, sebelum akhirnya dilarikan ke IGD RS St. Gabriel Kewapante sekitar pukul 15.30 WITA,” jelasnya.
Namun, nyawa korban tak tertolong. Setelah diperiksa oleh dokter jaga, Dr. Diana, korban dinyatakan meninggal dunia.
Pihak rumah sakit pun menghubungi keluarga korban yang tinggal di Dusun Wegok Natar, Desa Seusina.
Diketahui, ayah korban bekerja di Kalimantan, sementara korban tinggal bersama ibunya.
Saat kejadian, korban tengah berada di rumah saudaranya, Kristoforus K (17), sebelum akhirnya memutuskan ikut ke pantai.
“Saat kejadian, korban dan ibunya berada di rumah saudaranya, yaitu saksi Kristoforus K (17) yang merupakan om kandung korban, sebelum akhirnya ikut ke pantai,” pungkas IPTU Yermi.
Pihak keluarga pun menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.***
|
