Kondisi ini diakibatkan oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 96S yang terpantau di sebelah selatan NTT dan diprediksi bergerak ke arah Barat Daya menuju wilayah NTT.
BMKG menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 96S menyebabkan daerah pertemuan angin (konvergensi) dan belokan angin (shear line) yang memicu potensi hujan lebat di sebagian besar wilayah NTT.
Lebih lanjut, bibit siklon ini diperkirakan dapat berkembang menjadi siklon tropis dalam beberapa hari ke depan, yang berpotensi memperburuk kondisi cuaca di wilayah tersebut.
Selain itu, aktivitas Monsun Asia dan fenomena La Nina lemah juga turut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di NTT.
Akibatnya, beberapa daerah akan mengalami hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, yang berisiko menimbulkan bencana seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, serta kerusakan pada bangunan dan fasilitas umum.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG untuk mendapatkan informasi terkait kondisi cuaca.***
|
