Pasalnya, saat pihaknya telah larut dalam euforia kemenangan, namun tiba-tiba euforia tersebut harus terhenti dengan adanya gugatan MK yang membuat pihaknya spot jantung.
“Kita pikir sudah selesai. Sudah euforia agak panjang dan di beberapa kesempatan saya menyampaikan bahwa euforia saya sudah habis setelah menang di tanggal 27 november. Tapi tiba-tiba ada tantangan baru lagi dan kita juga harus dibuat spot jantung. Dan putusan kemarin adalah puncak baru yang harus kita rayakan dengan cara seperti ini,” ujarnya.
Dirinya menambahkan perayaan semacam ini adalah berkat dari Tuhan untuk tim pemenangan ADDIBU dan masyarakat Flotim.
“Karena itu mari kita merayakannya karena ini adalah berkat Tuhan buat kita semua. Buat tim pemenangan ADDIBU dan buat masyarakat Flotim bahwa apa yang sudah Dia putuskan di tanggal 27 November kemudian dikukuhkan kembali pada tanggal 5 Februari kemarin. Kita bersyukur kepada Tuhan karena kesetian kita dengan keputusan yang sudah Dia ambil di 27 November itu,” ujarnya.
Kendati begitu, diakuinya ada perasaan takut dan gugup yang melingkupi dirinya sesaat sebelum putusan MK tersebut dibacakan.
Sampai-sampai kata dia, dirinya tidak ikut ambil bagian menyaksikan putusan MK di luar gedung MK sama seperti yang dilakukan wakilnya.
“Saya takut setelah 27 November itu, Tuhan pikir lagi kemudian ragu dengan keputusan 27 November itu. Dia tinjau lagi di putusan MK itu. Sehingga saya juga pikir betul kah tidak ini. Jadi saya sambut tanggal 5 Februari itu dengan rasa aneh-aneh. Pak ketua bilang optimisme, kepercayaan diri, tetapi iya berapa persen itu iya. Saya harus jujut pak ketua tim pemenangan ini menutupi fakta. Maka kita lain juga gugup. Sampai saya ada di Cibubur sembunyi di situ. Tidak sampai di Jakarta. Jaraknya satu jam dalam perjalanan. Tapi kalau jalan tiba-tiba hasil kita kalah bagaimana. Saya tahan-tahan saja. Saya keluar rumah ijin dengan istri anak ke Jakarta tapi bukan ke Jakarta. Saya singgah dulu di starbuck untuk membuang stress sambil menunggu keputusan MK. Lalu keputusan selesai baru nyetir dengan riang gembira sampai ke Jakarta,” kenangnya.
Dirinya pun mengucapkan terima kasih atas dukungan moral yang luar biasa yang selama ini ia dan wakilnya terima.
“Terima kasih untuk dukungan moral yang luar biasa pada sore hari ini. Kesetian mencintai kami begitu besar. Doakan kami agar kami memimpin roda pemerintahan dan pembangunan ke depannya untuk gelekat ribu ratu dengan cara terbaik,” tegasnya kembali.***
|
