NTTKreatif, WAIKABUBAK – Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, bersama Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga, menyampaikan pidato perdana dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Sumba Barat, Kamis 6 Maret 2025.

Acara yang berlangsung di ruang rapat DPRD ini dipimpin oleh Ketua DPRD Sumba Barat, Charles Pekadede Tenabolo, dan dihadiri Forkopimda, para Kepala OPD, Tokoh Masyarakat.

">

Ketua DPRD Sumba Barat, Charles Pekadede Tenabolo, dalam sambutannya menyatakan bahwa DPRD siap bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan Program-program pembangunan.

Sementara itu, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan bagi Kabupaten Sumba Barat selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumba Barat 2025-2030, yang disusun dengan mempertimbangkan arah kebijakan nasional dan provinsi.

“Hari ini, kita memasuki babak baru dalam sejarah pembangunan Kabupaten Sumba Barat. Tidak ada lagi perbedaan kubu. Yang ada adalah satu tujuan bersama untuk membangun Sumba Barat yang lebih maju, berdaya saing, dan berkeadilan,” kata Bupati Yohanis Dade dalam pidatonya.

Bupati melanjutkan, guna mewujudkan visi pembangunan tersebut, Bupati Yohanis Dade merumuskan enam program prioritas yang menjadi fokus pembangunan menuju 100 hari kerja.

Dalam pidatonya, Bupati Yohanis Dade menegaskan bahwa program kerja 100 hari pertama kepemimpinannya akan berdokus pada pembangunan ekonomi berbasis pariwisata, layanan kesehatan yang lebih baik dan penurunan stunting, pembangunan pendidikan, pemenuhan infrastruktur pelayanan dasar, reformasi birokrasi, serta kota dan desa berseri.

Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Bupati Yohanis Dade dan Wakil Bupati Sumba Barat, dalam program unggulan 100 hari kerja, rangkaian inisiatif yang dirancang untuk segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sumba Barat, yang dijabarkan dalam enam program prioritas.

Pertama, Pembangunan Ekonomi yang Berbasis Pariwisata. Sektor ini akan dilaksanakan melalui beberapa kegiatan, diantaranya: penanaman padi/jagung kedua dalam rangka swasembada pangan untuk meningkatkan indeks pertanaman dengan memanfaatkan lahan yang ada; pengendalian inflasi melalui gerakan penanaman cabai, tomat sebanyak 20 polibag setiap kepala keluarga (KK); penyelesaian dan penyerahan sertifikat eks petani IFAD sebanyak 900 sertifikat guna memastikan kepemilikan tanah masyarakat; melakukan operasi pasar murah; dan gerakan menanam tanaman buah dan tanaman umur panjang lainnya.

Kedua, Pembangunan Kesehatan dan Penurunan Stunting. Bidang ini akan dilaksanakan melalui beberapa kegiatan, yaitu: implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui Posyandu Plus; peningkatan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan yang lebih responsif; program CEMARA (Cegah dan Basmi Malaria) melalui pembasmian sarang ngamuk, pembagian kelambu, penebaran larvasida di seluruh desa, pemeriksaan malaria di seluruh sekolah tingkat SD; seta pemeriksaan TB Paru di seluruh sekolah tingkat SD.

Ketiga, Pembangunan Pendidikan. Melalui sektor ini, pemerintah akan terus berupaya melalui percepatan penuntasan literasi, numerasi melalui gerakan 15 menit membaca sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM); Gong Belajar yaitu suatu gerakan yang mewajibkan seluruh anak sekolah di jam tertentu (sore sampai malam hari) berada di dalam rumah melakukan kegiatan belajar. Gerakan ini akan melibatkan seluruh elemen di tingkat kecamatan, desa/kelurahan.

Keempat, Pemenuhan Infrastruktur Pelayanan, kegiatan ini akan dilaksanakan melalui pembersihan badan jalan dari sedimen dan rumput di Jalan Pada Eweta menuju Weekarou; perbaikan SPAM; pemeliharaan drainase dalam Kota Waikabubak.

Kelima, Reformasi Birokrasi. Sektor ini dilaksanakan melalui Peningkatan disiplin ASN/TKD/dan Perangkat Desa. Disiplin dimaksud tidak hanya disiplin masuk dan keluar kantor, tetapi juga disiplin dalam melaksanakan tugas. Peningkatan disiplin ini juga akan menyasar aktivitas pemerintahan desa sehingga kepala desa beserta perangkat juga menerapkan jam masuk kantor serta wajib berkantor di kantor kepala desa; Percepatan layanan perizinan melalui pemanfaatan Mal Pelayanan Publik; Percepatan penyelesaian laporan seperti LKPD, LKPj, LPPD, LAKIP, SPM, dan lain-lain.

Keenam, Kota dan Deda BERSERI (Bersih, Sehat, Rapih, dan Indah). Program ini akan dilaksanakan melalui Penataan Pasar Weekerou dan penertiban pedagang di eks Pasar Inpres Waikabubak; Kerja bakti massal penanganan sampah yang akan dilakukan setiap hari jumat sebanyak 2 kali dalam sebulan; Penataan lingkungan kantor dan fasilitas pemerintah lainnya, baik di kota dan desa; Sekolah BERSERI; Perbaikan lampu jalan dan pemasangan lampu hias; Penataan parkir di dalam Kota Waikabubak; Pembersihan jalan Desa dan jalan kampung.

Mengakhiri pidatonya, Bupati Yohanis Dade mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam pembangunan daerah.

“Kami percaya, dengan kebersamaan dan gotong-royong serta sinergitas dan kolaborasi, kita dapat membawa Sumba Barat yang semakin berseri,” pungkasnya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625