Sebagai tolok ukur kesuksesan yang terencana, Bupati mencontohkan capaian luar biasa cabang olahraga atletik Sumba Barat Daya yang baru saja menyabet predikat Juara Umum pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tingkat Provinsi NTT.

Dalam kejuaraan tersebut, tim atletik SBD berhasil memboyong 24 medali emas, 8 perak, dan 2 perunggu. Struktur dominasi capaian ini dinilai sebagai bukti nyata dari efektivitas pembinaan atlet yang matang, terprogram, dan berfokus penuh pada target juara.

">

Guna menyelaraskan pencapaian cabang olahraga lain dengan prestasi atletik, Bupati menerbitkan instruksi khusus yang dialamatkan langsung kepada Asosiasi Kabupaten (Askap) PSSI Sumba Barat Daya untuk merombak total sistem pembinaan.

Askap PSSI SBD diminta menyusun agenda latihan berkala yang teratur baik setiap dua minggu sekali maupun sebulan sekali dengan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas lapangan daerah yang tersedia.

Langkah terstruktur ini bertujuan untuk menghapus tradisi persiapan mendadak yang kerap baru dilakukan 1 hingga 2 bulan sebelum kejuaraan dimulai, sehingga kualitas fisik dan taktik atlet tergembleng secara berkelanjutan.

Selain itu, Bupati SBD menuntut diterapkannya sistem seleksi yang ketat dan objektif. Kontingen yang dikirimkan ke luar daerah harus benar-benar diisi oleh atlet-atlet terbaik yang telah lulus uji kompetensi fisik dan mental.

Khusus bagi 4 atlet putri yang berhasil menembus seleksi Pekan Olahraga Nasional (PON), Pemerintah Kabupaten SBD mendorong persiapan maksimal agar mereka mampu bersaing ketat hingga tingkat nasional.

Sebagai wujud komitmen dan bentuk apresiasi nyata atas perjuangan mengharumkan nama daerah, Bupati SBD mengumumkan sejumlah paket kebijakan bonus dan jaminan masa depan bagi para atlet berprestasi.

Bagi atlet yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, Pemkab SBD memprioritaskan pemberian Beasiswa Pemda secara penuh selama 5 tahun dengan melampirkan sertifikat prestasi olahraga resmi.

Tidak hanya itu, perhatian sosial juga diarahkan kepada keluarga atlet. Bagi atlet yang berasal dari keluarga kurang mampu (kategori Desil 1–4), Pemkab menjamin prioritas program pemugaran rumah layak huni.

Pemerintah daerah juga memfasilitasi program bantuan Pemasangan Meteran Listrik Gratis bagi rumah keluarga atlet kurang mampu sebagai bentuk dorongan kesejahteraan.

Mengakhiri arahannya, Bupati Ratu menyelipkan pesan moral dan kunci sukses yang wajib dipegang teguh oleh setiap atlet muda dalam meniti karier profesional.

Disiplin waktu, kedisiplinan latihan, serta konsistensi dalam mengeksekusi perencanaan tanpa menunda-nunda pekerjaan menjadi modal utama yang tidak bisa ditawar.

Selain kedisiplinan pribadi, para atlet diminta untuk senantiasa menyerap, memahami, dan mewujudkan setiap instruksi teknis maupun taktis dari pelatih secara cermat di lapangan.

“Keberhasilan kalian 20 hingga 30 tahun ke depan ditentukan oleh apa yang kalian lakukan hari ini. Manfaatkan waktu muda dengan melakukan hal-hal positif dan berprestasi,” pungkas Bupati mengakhiri pengarahannya.***