Apalagi suasananya di sekitar Kapela Maria Fatima sangat mendukung.
Kursi yang berjejer di luarnya, dengan lampu-lampu di sekitar kapela bakal membuat peziarah bakal merasakan keteduhan yang sangat.
Apalagi di bagian kanannya, para peziarah akan diantar dengan sejumlah gambar sengsara Yesus saat wafatnya sebelum akhirnya menuju sebuah pigura Yesus tersalib yang menghadap pulau Adonara dan Solor.

Namun begitu, harus diakui untuk tiba di Kapela Maria Fatima Sandominggo, peziarah harus rela melewati jalan yang tidak mudah.
Mengingat letaknya di bukit tentu, peziarah dianjuarkan menggunakan kendaraan yang mampu menaiki jalan aspal yang terjal tersebut.
Sementara untuk waktu tempuhnya sendiri, peziarah hanya butuh sekitar 15 menit dari Pelabuhan Larantuka atau 30 menit dari Bandara Gewayan Tana. ***
|

Tinggalkan Balasan