NTTKreatif, LARANTUKA – Kota Larantuka di Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT sejak dahulu sudah dijuluki sebagai vatikan mini dari timur.
Hal ini tidak lepas dari sejarahnya dimana dari kota itulah penyebaran agama Katolik di Indonesia dimulai dan berkembang hingga saat ini.
Bahkan banyak peninggalan kekatolikkan dari bangsa Portugis kala itu masih tersimpan rapi di wilayah itu.
Salah satunya adalah Prosesi Semana Santa dengan Tuan Ma yang masih terjaga hingga kini.
Tidak hanya itu, sejumlah kapela yang berdiri kokoh dan menghiasi kota adalah bukti yang tidak bisa disangkal lagi kebenarannya.
Hal tersebut belum terhitung dengan banyak kapela lainnya seperti di Kapela Maria Fatima di bukit Sandominggo yang setiap harinya tidak pernah sepi pengunjung.
Bagaimana tidak, di Kapela Maria Fatima para pengunjung maupun para peziarah selain bisa menikmati alam kota Larantuka juga bisa meluangkan waktunya untuk berdoa dihadapan patung Bunda Maria Fatima yang berdiri kokoh di dalam kapela berkaca tersebut.
Apalagi suasananya di sekitar Kapela Maria Fatima sangat mendukung.
Kursi yang berjejer di luarnya, dengan lampu-lampu di sekitar kapela bakal membuat peziarah bakal merasakan keteduhan yang sangat.
Apalagi di bagian kanannya, para peziarah akan diantar dengan sejumlah gambar sengsara Yesus saat wafatnya sebelum akhirnya menuju sebuah pigura Yesus tersalib yang menghadap pulau Adonara dan Solor.

Namun begitu, harus diakui untuk tiba di Kapela Maria Fatima Sandominggo, peziarah harus rela melewati jalan yang tidak mudah.
Mengingat letaknya di bukit tentu, peziarah dianjuarkan menggunakan kendaraan yang mampu menaiki jalan aspal yang terjal tersebut.
Sementara untuk waktu tempuhnya sendiri, peziarah hanya butuh sekitar 15 menit dari Pelabuhan Larantuka atau 30 menit dari Bandara Gewayan Tana. ***
|

Tinggalkan Balasan