Kepada nttkreatif.com, Jumat 7 November 2025 siang, Frater Marko Peka mengaku kalau dirinya tidak pernah menyangka kalau dirinya bisa meraih juara seperti itu. Pasalnya, selain baru, menulis sastra katanya tidaklah mudah seperti bayangan banyak orang.

“Kalau bicara perasaan tentu perasaan campur aduk. Ada kaget ada senang dan bahagia. Karena ini kali pertama saya ikut lomba dan menjadi juara terlebih lagi saya harus bersaing dengan para sastrawan muda lainnya dari berbagai daerah di NTT,” katanya.

Dirinya mengatakan dengan pencapain yang demikian, dirinya kini semakin termotivasi untuk terus menulis dan berani untuk bersaing dalam setiap lomba yang akan digelar di masa depan.

">

“Sangat termotivasi. Itu membuat saya kian percaya diri dengan kemampuan yang saya miliki. Karena selama ini saya hanya menulis untuk kebutuhan pribadi saya saja. Selebihnya untuk dilombakan itu yang belum,” ungkapnya.

Dirinya pun tidak lupa mengajak kaum muda di NTT dan Sumba khususnya untuk mulai menggeluti sastra yang dinilainya cukup menarik jika diselami jauh. Banyak nilai tambah yang ia dapatkan. Selain mengisi waktu luang, sastra juga kata Frater Marko Peka bisa mengasah otak untuk berpikir lebih mendalam.

“Pesan saya, mulailah menulis. Jangan pernah merasa takut karena sastra itu keindahan menjadi sempurna dengan kata,” pesannya lagi. ***