NTTKreatif.com, TAMBOLAKA — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan daerah di berbagai sektor krusial.

">

Di bawah kepemimpinan Ratu Wulla Talu sebagai bupati, Sumba Barat Daya (SBD) menunjukkan perkembangan pesat di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pariwisata, infrastruktur, olahraga, UMKM, pendidikan, hingga konektivitas penyeberangan, penerbangan, dan kesehatan.

Terbukti, langkah strategis dibidang kesehatan sudah mencakup penguatan layanan kesehatan, perluasan perlindungan sosial, hingga pembukaan akses konektivitas antarwilayah.

Arah kebijakan tersebut disampaikan secara resmi melalui amanat Bupati Sumba Barat Daya pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Dalam pidatonya, Bupati SBD memaparkan sejumlah pilar pembangunan prioritas yang tengah dan akan terus direalisasikan secara berkelanjutan.

Setiap pilar ditargetkan untuk mewujudkan masyarakat Sumba Barat Daya yang lebih produktif, tangguh, dan sejahtera.

Sektor kesehatan menjadi fokus utama investasi jangka panjang Pemkab SBD. Komitmen ini dibuktikan lewat raihan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Utama dari BPJS Kesehatan pada Januari 2026.

Salah satu capaian menonjol adalah penekanan kasus malaria secara drastis, dari 2.075 kasus pada 2025 menjadi 360 kasus per 28 Juli 2026.

Penurunan signifikan ini membuat indikator Annual Parasite Incidence (API) merosot tajam dari 6,18 menjadi 1,05 per 1.000 penduduk.

Keberhasilan tersebut dicapai lewat integrasi Gerakan Berantas Malaria Sehari (GEMAS), Gerakan Serentak Malaria (GSM), serta pembagian kelambu berinsektisida.

Di bidang kesehatan jiwa, pelayanan bagi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) telah menjangkau 440 pasien pada tahun 2026, melampaui target tahun 2025.

Pemkab SBD juga mengambil tindakan tegas terhadap praktik pemasungan dengan membebaskan dua orang dari total lima kasus pasung yang terdata.

Langkah ini diperkuat dengan hadirnya Dokter Residen Spesialis Psikiatri di RSUD Reda Bolo sebagai cikal bakal pusat rujukan Rumah Sakit Jiwa di Pulau Sumba.

“Pembangunan kesehatan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang produktif, tangguh, dan sejahtera. Kehadiran dokter residen spesialis psikiatri di RSUD Reda Bolo semakin memperkuat pelayanan kesehatan jiwa, sekaligus menjadi langkah awal menuju hadirnya Rumah Sakit Jiwa sebagai pusat rujukan di Pulau Sumba.” tegas Bupati SBD

Layanan kesehatan inklusif turut diperluas melalui program jemput bola ke desa, pasar, hingga rumah adat, yang telah menjangkau 37.727 warga hingga Juni 2026.