NTTKreatif, LARANTUKA – Kendati sudah banyak warga yang pulang kembali ke rumahnya di desa-desa yang dianggap tidak masuk zona merah namun nyatanya hal tersebut tidak membuat aktivitas Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur menurun begitu saja.
Pasalnya, dari laporan terbaru yang dibagikan KESDM, Badan Geologi, PVMBG
Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki Gunung Lewotobi laki-laki masih mengalami Tremor Harmonik sebanyak 4 kali dengan amplitudo 2.2-5.9 mm dalam durasi : 25-90 detik.
Selain itu, hembusan yang terjadi sebanyak
dengan 4, Amplitudo : 2.9-5.1 mm dalam durasi : 64-131 detik.
Tidak hanya itu, Tektonik Jauh berjumlah
3 kali dengan amplitudo : 11-29.6 mm, S-P : 11-117 detik dalam durasi : 41-329 detik.
“Periode pengamatan, 17-12-2024 06:00-12:00 WITA dengan cuaca Gunung Lewotobi berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah utara dan barat laut. Suhu udara 25-29 derajat celcius. Secara visual Gunung kabut 0-I hingga kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Aliran lava ke arah barat-barat laut sejauh lk. 3800 meter dari pusat erupsi. Aliran lava ke arah Timur laut sejauh lk. 4340 dari pusat erupsi,” tulis laporan tersebut.
Tidak mengherankan jika masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan dilarang untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan sektoral Barat Daya – Utara – Timur Laut sejauh 7 Km.
Selain itu, masyarakat sebut mereka juga diminta untuk tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.
“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokengjaya, Boru, Nawakote. Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki juga di diminta memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,” tambah keterangan tersebut.
Selain masyarakat, Pemerintah Daerah pun diminta untuk senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung. ***

