Almamater menunaikan tugas perutusannya untuk mencerdaskan tunas-tunas muda harapan bangsa dan murid-murid Kristus sejati. Perjalanan SMAS Kristen Waikabubak sampai saat ini telah melampaui sejarah yang panjang dalam suka dan duka, sukses dan gagal.

Berpijak pada motto di atas, SMAS Kristen Waikabubak selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada anak didiknya. Motto di atas menjadi landasan usaha setiap komponen baik itu pendidik, peserta didik maupun tenaga kependidikan dalam mengawali dan mengakhiri setiap aktivitas dengan bersujud sembah di hadapan Tuhan untuk menimba kekuatan. Di sini adagium klasik “Ora et Labora” sungguh menjadi dasar setiap perjuangan. Kerja yang tekun mesti dilandasi kekuatan doa yang tulus atau sebaliknya doa penuh harapan mesti ditopang oleh usaha dan karya yang sungguh.

">

Intelek Terasah, Karakter Terbentuk
Ada hal penting yang tidak dapat saya lupakan manakala saya melangkah pulang ke almamater. Saya terkenang kembali akan metode pendidikan, pembinaan dan pembentukan yang diterapkan oleh Bapak/Ibu guru saat itu. Satu hal menarik yang rasanya tidak bisa ditemukan di tempat lain ketika kami menyapa para guru dengan sapaan “Bapa dan Mama” sapaan ini memiliki kekuatan yang dalam karena rasanya tidak ada jarak antara pendidik dan peserta didik; yang ada hanyalah orang tua dan anak. Suasana seperti ini memiliki nilai plus di satu sisi sapaan “Bapa Mama” membuat kami merasakan kasih sayang seorang Bapa dan Mama yang sekaligus menjadi motivasi untuk semangat belajar.

Di sisi lain karakter kami dibentuk. Pendekatan yang digunakan oleh Bapak/Ibu guru dalam mendidik dan membina kami adalah pendekatan hati. Pendekatan ini memberi ruang seluas-luasnya kepada kami untuk bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang matang baik dalam aspek intlektual maupun aspek kepribadian. Nilai-nilai kedisiplinan dan ketaatan sangat diperhatikan. Cara-cara yang digunakan sangat bijaksana seperti dikatakan pepatah Latin “Fortiter in re suaviter in modo” yang artinya teguh dalam prinsip luwes dalam cara. Model pendekatan seperti inilah yang harus diperhatikan dalam pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Demikian sepenggal kenangan liburan kali ini, ketika saya melangkah pulang ke almamater. Kisah-kisah masa lalu yang telah membentuk diri saya hari ini tidak bisa dilewatkan begitu saja. Biarlah catatan dan dokumentasi sederhana ini menjadi kenangan bagi alumni SMAS Kristen Waikabubak di mana saja berada. Terima kasih almamater. Jaya selalu. Tuhan Yesus Memberkati.

Salam Hangat,

Oleh : Sintia Bili (Alumni SMAS Kristen Waikabubak_Angkatan 2022)

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625