NTTKreatif, Larantuka – Organisasi Perhimpunan Wartawan Lewotanah (Pewartah) Flores Timur resmi mengukuhkan kepengurusan barunya untuk periode 2025–2027 dalam sebuah seremoni khidmat yang berlangsung di Pantai Alqaqa Beach, Kamis (22/05/2025) pagi.

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Dewan Pertimbangan Pewartah Flotim yang terdiri dari tiga wartawan senior yang bertugas di Flores Timur, yakni Wentho Eliando (Flores Pos.Net), Robet Ola Bebe (Ranaka News), dan Eman Niron (Flores Terkini).

">

Acara diawali dengan pembacaan surat keputusan yang menetapkan Dewan Pertimbangan, para penggagas dan pendiri organisasi, hingga komposisi lengkap kepengurusan baru Pewartah Flotim.

Patman Werang (TVRI) didapuk sebagai Mandataris/Formatur sekaligus Ketua Umum Pewartah Flotim. Ia akan dibantu oleh Elton Nggiri (Garuda TV & NTTKreatif) sebagai Sekretaris Umum dan Yustinus Boro Huko (Suara Lamaholot & NTTPikiran Rakyat) sebagai Bendahara.

Struktur kepengurusan juga diperkuat dengan tiga divisi utama diantaranya,
Divisi Kaderisasi dan Diklat dipimpin oleh Paul Kabelen (Pos Kupang & Tribun Flores), dengan Ritha Senak (Metro Timur) sebagai anggota.

Selanjutnya Divisi Hukum dan Etik dikepalai oleh Yurgo Purab (Detikbali) bersama Adam Betan (AFB TV) sebagai anggota. Sementara Divisi Humas, Kemasyarakatan dan Sosial dikomandoi oleh Fransiskus Geradus Molo (Metro TV & Media Indonesia), dengan Tarwan Stanislaus sebagai anggota.

Pengukuhan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Forkopimda, tokoh agama, dan undangan lainnya. Dalam momen tersebut, seluruh pengurus mengucapkan janji setia untuk menjaga independensi, menjunjung profesionalisme, dan menolak segala bentuk intervensi dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Dalam pidato perdananya, Ketua Umum Pewartah, Patman Werang, menekankan bahwa pengukuhan ini menjadi titik awal gerakan kolektif Pewartah untuk menyuarakan kebenaran dan membela kepentingan rakyat Flores Timur.

“Usia kami mungkin masih nol tahun, tapi komitmen kami tidak nol. Pewartah lahir bukan untuk menjual nurani. Dukungan moral dan materi dari mitra itu penting, tapi tidak akan pernah membuat kami menggadaikan intelektualitas,” tegas Patman dengan suara berapi-api.

Ia menambahkan, Pewartah hadir sebagai wadah yang menjunjung integritas dan etika jurnalistik di tengah berbagai tantangan zaman. “Kini saatnya Pewartah bergerak, bersuara, dan berdiri tegak sebagai penjaga nurani publik.”

Dengan semangat yang berkobar, Pewartah Flotim menatap masa depan sebagai kekuatan baru dalam ekosistem media di Flores Timur — mengawal demokrasi, menyuarakan suara-suara yang tak terdengar, dan menegakkan keadilan sosial melalui karya jurnalistik yang independen dan berimbang.*(Ell)

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625