NTTKreatif.com, Larantuka — Gerimis turun tipis di kawasan Pengungsian Huntara III. Tanah liat yang licin membuat langkah terasa berat. Sejumlah jurnalis dari Perhimpunan Wartawan Lewotanah Flores Timur (Pewartah Flotim) tetap menerobos jalur becek, memikul bantuan menuju Blok E.

Tujuan mereka adalah hunian sementara rekan seprofesi, Paul Kabelen, jurnalis penyintas erupsi Gunung Lewotobi yang kini tinggal di pengungsian. Meski diguyur gerimis, rombongan menapaki tanah menanjak sekitar tujuh meter sebelum tiba di depan huntara yang dihuni Paul bersama keluarganya.

">

Paul, yang saat ini aktif menulis untuk Ekora NTT, menyambut kedatangan Ketua Pewartah, Patman Werang, beserta pembina dan anggota organisasi profesi Pewartah Flotim.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pewartah dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN) yang bertepatan dengan Hari Kasih Sayang. Dalam suasana sederhana, mereka berbagi cerita tentang pengalaman liputan di tengah bencana, sekaligus menyerahkan bantuan sosial untuk Paul dan keluarga.

Paul diketahui mengungsi sejak November 2024. Ia sempat berpindah dari rumah keluarga, menumpang di rumah warga, hingga akhirnya menetap di Huntara III, Desa Konga, Kecamatan Titehena, Flores Timur.

Patman menyampaikan permohonan maaf karena kunjungan baru terlaksana tahun ini, meski bencana telah terjadi sejak 2024. Ia menegaskan, Paul tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari Pewartah.

“Paul adalah Pewartah, dan Pewartah juga bagian dari Paul,” ujarnya.

Patman yang juga adalah Wartawan TVRI di Flores Timur itu menilai Paul sebagai jurnalis muda yang tangguh. Menurut dia, semangat Paul menulis dari pengungsian menjadi teladan.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625