Pengukuhan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Forkopimda, tokoh agama, dan undangan lainnya. Dalam momen tersebut, seluruh pengurus mengucapkan janji setia untuk menjaga independensi, menjunjung profesionalisme, dan menolak segala bentuk intervensi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Dalam pidato perdananya, Ketua Umum Pewartah, Patman Werang, menekankan bahwa pengukuhan ini menjadi titik awal gerakan kolektif Pewartah untuk menyuarakan kebenaran dan membela kepentingan rakyat Flores Timur.
“Usia kami mungkin masih nol tahun, tapi komitmen kami tidak nol. Pewartah lahir bukan untuk menjual nurani. Dukungan moral dan materi dari mitra itu penting, tapi tidak akan pernah membuat kami menggadaikan intelektualitas,” tegas Patman dengan suara berapi-api.
Ia menambahkan, Pewartah hadir sebagai wadah yang menjunjung integritas dan etika jurnalistik di tengah berbagai tantangan zaman. “Kini saatnya Pewartah bergerak, bersuara, dan berdiri tegak sebagai penjaga nurani publik.”
Dengan semangat yang berkobar, Pewartah Flotim menatap masa depan sebagai kekuatan baru dalam ekosistem media di Flores Timur — mengawal demokrasi, menyuarakan suara-suara yang tak terdengar, dan menegakkan keadilan sosial melalui karya jurnalistik yang independen dan berimbang.*(Ell)
|
