Tujuannya, adalah untuk menghidupkan kembali spiritualitas “berjalan bersama” para migran dari gereja lokal se-Nusra.

Selain itu, gelaran Perpas ini juga dilakukan untuk memperkaya wawasan tentang karakteristik migran dan dampaknya dalam konteks gereja lokal Nusra serta menemukan “jalan-jalan baru” sebagai bentuk respon pastoral bersama gereja lokal se-Nusra terhadap para migran.

">

“Tidak hanya itu, gelaran Perpas ini juga ingin membangkitkan aksi solidaritas bersama gereja lokal se Nusra yang berkelanjutan dalam kemitraan dengan para pihak,” demikian bunyi TOR itu.

Pada Perpas XII Regio Gerejawi Nusra tersebut akan ada sejumlah agenda kegiatan, salah satunya berupa sharing pastoral migran dan perantauan dari keuskupan se Regio Nusra, Keuskupan Transit-Pangkal Pinang, Keuskupan Tujuan-Sandakan, Keningau dan Kota Kinabalu.

Hasil yang diharapkan dari pertemuan tersebut, yakni tumbuhnya spiritualitas “berjalan bersama” dengan para migran dalam diri peserta, terbangunnya wawasan tentang karakteristik migrasi dan dampaknya dalam konteks gereja lokal se-Nusra.

Selain itu, tersedianya “jalan-jalan baru” sebagai bentuk respon pastoral bersama gereja lokal se-Nusra terhadap para migran dan tumbuhnya aksi solidaritas bersam gereja lokal se-Nusra dengan para pihak.

Kegiatan tersebut akan dikuti 9 Keuskupan Regio Gerejawi Nusra, yakni Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetabula, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Maumere, Keuskupan Ruteng dan Keuskupan Labuan Bajo serta para pihak terkait.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625