NTTKreatif, LARANTUKA – Keuskupan Larantuka terpilih sebagai Tuan Rumah gelaran Pertemuan Pastoral (Perpas) XII Regio Gerejawi Nusra.

">

Rencananya gelaran Pertemuan Pastoral akan digelar pada 1-5 Juli 2025 mendatang. Perpas Regio Gerejawi Nusra sendiri biasanya dilaksanakan setiap tiga tahun dan dimulai sejak tahun 1981.

Perpas XII Regio Gerejawi Nusra sebelumnya berlangsung pada tahun 2019 di Keuskupan Atambua. Namun karena Covid-19 pada tahun 2020, maka Perpas XII Regio Gerejawi Nusra baru bisa dilaksanakan pada tahun 2025.

Menariknya, dalam gelaran Perpas XII Regio Nusra kali akan mengangkat tema besar Berjalan Bersama Para Migran dan Perantau Dalam Harapan.

Nantinya, kegiatan Perpas XII Regio Gerejawi Nusra di Keuskupan Larantuka ini akan dihadiri oleh para Uskup se Regio Nusra.

Berdasarkan Term of Refence yang diperoleh media ini, Ketua Panitia Pertemuan Pastoral (Perpas) XII Regio Gerejawi Nusra, RD. Gabriel Unto da Silva menyebut kalau kegiatan Perpas ini semuanya dipusatkan di wilayah Paroki San Juan Lebao Tengah, Keuskupan Larantuka.

Tujuannya, adalah untuk menghidupkan kembali spiritualitas “berjalan bersama” para migran dari gereja lokal se-Nusra.

Selain itu, gelaran Perpas ini juga dilakukan untuk memperkaya wawasan tentang karakteristik migran dan dampaknya dalam konteks gereja lokal Nusra serta menemukan “jalan-jalan baru” sebagai bentuk respon pastoral bersama gereja lokal se-Nusra terhadap para migran.

“Tidak hanya itu, gelaran Perpas ini juga ingin membangkitkan aksi solidaritas bersama gereja lokal se Nusra yang berkelanjutan dalam kemitraan dengan para pihak,” demikian bunyi TOR itu.

Pada Perpas XII Regio Gerejawi Nusra tersebut akan ada sejumlah agenda kegiatan, salah satunya berupa sharing pastoral migran dan perantauan dari keuskupan se Regio Nusra, Keuskupan Transit-Pangkal Pinang, Keuskupan Tujuan-Sandakan, Keningau dan Kota Kinabalu.

Hasil yang diharapkan dari pertemuan tersebut, yakni tumbuhnya spiritualitas “berjalan bersama” dengan para migran dalam diri peserta, terbangunnya wawasan tentang karakteristik migrasi dan dampaknya dalam konteks gereja lokal se-Nusra.

Selain itu, tersedianya “jalan-jalan baru” sebagai bentuk respon pastoral bersama gereja lokal se-Nusra terhadap para migran dan tumbuhnya aksi solidaritas bersam gereja lokal se-Nusra dengan para pihak.

Kegiatan tersebut akan dikuti 9 Keuskupan Regio Gerejawi Nusra, yakni Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetabula, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Maumere, Keuskupan Ruteng dan Keuskupan Labuan Bajo serta para pihak terkait.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625