“Adapun presentasi penduduk miskin turun dari angka 27,2 persen menjadi 25,66 persen turun sebanyak 1,54 persen,” ungkapnya.
Pemerintah sendiri kata Bupati Ratu sebutnya akan terus bekerja untuk menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya salah satunya dengan melakukan perbaikan data untuk memastikan program bantuan yang ada benar-benar menyasar pada warga yang miskin.
“Komitmen pemerintah bagaimana benar-benar yang mendapatkan bantuan itu adalah mereka yang desil 1 sampai desil 4. Pemerintah sudah membentuk tim agar bisa memverifikasi ketika ada bantuan masuk akan dicek kembali oleh dinas sosial apakah masuk desil 1 atau desil 4, kalau sudah di desil 5 tentunya akan diminta kembalikan atau diganti agar betul-betul berapa kemiskinan yang turun dengan program yang diberikan oleh pemerintah,” katanya.
Selain itu, intervensi program pun sebutnya pun masuk dalam upaya untuk menurunkan angka kemiskinan di Sumba Barat Daya.
Selain angka kemiskinan angka penganguran pun sebutnya mengalami penurunan dari 2,4 persen menjadi 1,7 persen atau turun 0,9 persen di tahun 2025.
Angka tersebut ungkapnya menurun diakibatkan dengan banyak program kegiatan yang dibuat pemerintah termasuk kehadiran MBG yang disebutnya bisa menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
Ia pun meminta agar masyarakat bersama stakeholder yang ada untuk terus mendukung kerja pemerintah karena menurutnya dengan dukungan tersebut akan memberikan spirit buat Pemerintah untuk bekerja lebih keras ke depannya.***
|
