NTTKreatif.com, Tambolaka – Kabupaten Sumba Barat Daya atau SBD selama ini dikenal sebagai salah satu Kabupaten di NTT penyumbang angka kemiskinan tertinggi.

">

Namun pelan-pelan stigma tersebut mulai berubah setelah Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Wakil Bupati, Dominikus A Rangga Kaka memimpin daerah tersebut.

Segala upaya pun dilakukan keduanya termasuk memperbaiki data yang selama ini menjadi salah satu masalah serius dalam menintervensi program pemerintah.

Pasalnya, dengan data yang tidak akurat, banyak program pemerintah baik Pusat, Provinsi dan Daerah menjadi tidak tepat sasaran.

Hasilnya, masih banyak ditemukan masalah penyaluran bantuan di masyarakat yang berujung protes.

Dalam sambutan di sela-sela Muscab PKB SBD, Sabtu lalu, Bupati SBD, Ratu Wulla Talu pun membeberkan data terbaru BPS soal penduduk miskin di SBD yang disebutnya sudah menurun dari 102 jiwa sekarang sudah menurun sebanyak 97.608 jiwa atau turun 4.392.

“Adapun presentasi penduduk miskin turun dari angka 27,2 persen menjadi 25,66 persen turun sebanyak 1,54 persen,” ungkapnya.

Pemerintah sendiri kata Bupati Ratu sebutnya akan terus bekerja untuk menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya salah satunya dengan melakukan perbaikan data untuk memastikan program bantuan yang ada benar-benar menyasar pada warga yang miskin.

“Komitmen pemerintah bagaimana benar-benar yang mendapatkan bantuan itu adalah mereka yang desil 1 sampai desil 4. Pemerintah sudah membentuk tim agar bisa memverifikasi ketika ada bantuan masuk akan dicek kembali oleh dinas sosial apakah masuk desil 1 atau desil 4, kalau sudah di desil 5 tentunya akan diminta kembalikan atau diganti agar betul-betul berapa kemiskinan yang turun dengan program yang diberikan oleh pemerintah,” katanya.

Selain itu, intervensi program pun sebutnya pun masuk dalam upaya untuk menurunkan angka kemiskinan di Sumba Barat Daya.

Selain angka kemiskinan angka penganguran pun sebutnya mengalami penurunan dari 2,4 persen menjadi 1,7 persen atau turun 0,9 persen di tahun 2025.

Angka tersebut ungkapnya menurun diakibatkan dengan banyak program kegiatan yang dibuat pemerintah termasuk kehadiran MBG yang disebutnya bisa menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

Ia pun meminta agar masyarakat bersama stakeholder yang ada untuk terus mendukung kerja pemerintah karena menurutnya dengan dukungan tersebut akan memberikan spirit buat Pemerintah untuk bekerja lebih keras ke depannya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625