Dirinya melanjutkan kendati jarang bertemu akibat tempat kuliahnya berbeda lokasi, namun Fransiskus menilai sang adik adalah sosok yang ceria dan suka bergaul serta suka membantu orang lain.
Hal tersebut sudah terlihat sejak dulu bahkan Leonardus Lepa Kwure ungkap sang kakak sampai menggunakan uang sekolahnya untuk membantu temannya yang juga kesulitan biaya sekolah.
“Adik saya itu orangnya lebih mau menyenangkan orang lain ketimbang diri sendiri dan keluarga. Dia bahkan rela uang sekolahnya untuk membantu temannya. Saya terpukul sekali karena kehilangan dia yang ceria itu apalagi kami jarang ketemu karena berbeda lokasi kuliah, saya di Surabaya dan dia di Kupang. Saya dan dia baru ketemu itu tahun lalu saat liburan selebihnya tidak pernah sejak 2016,” ungkapnya.
Saat ditanya soal apakah dirinya mengetahui sakit sang adik, Fransiskus mengaku kalau dirinya sempat mendapatkan informasi itu.
Namun saat dikonfirmasi kepada sang adik, sang adik selalu menghindar dan menjawab kalau dirinya baik-baik saja.
“Saya sempat disampaikan itu dari teman-temannya tapi saat kita tanya selalu jawab kalau dia baik-baik saja,” tegasnya lagi.
Dirinya pun berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu adiknya hingga kepulangannya kembali ke Larantuka besok.
Tidak lupa ia juga meminta maaf kalau semasa hidupnya, sang adik pernah melakukan kesalahan.
Sebagai informasi, jenazah Leonardus Lepa Kwure saat ini sedang dalam perjalanan dari Kupang ke Larantuka dengan menggunakan KRI 351.
Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Lewolaga besok siang. ***
|

Tinggalkan Balasan