NTTKreatif, LARANTUKA – Kepergian Leonardus Lepa Kwure, mahasiswa Unwira Kupang nyatanya meninggalkan duka yang mendalam buat keluarga yang ditinggalkan.

Termasuk sang kaka, Fransiskus Sunato Kwure.

">

Leonardus Lepa Kwure sendiri adalah anak dari salah satu penyintas erupsi Gunung Lewotobi, Bernandus Belang Kwure yang kini mengungsi mandiri di Podor, Kelurahan Lewolere, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Dirinya meninggal Senin siang di dalam kamar kos milik temannya, di RT 07, RW 02, Dusun 1, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, sekitar pukul 13.00 Wita, Senin 25 November 2024 kemarin.

Sebelum ditemukan meninggal, Leonardus Lepa Kwure bersama teman-teman diketahui masih sempat mengumpulkan bantuan buat warga yang terdampak erupsi di kampung halamannya.

Saat diwawancarai, sang kakak, Fransiskus Sunato Kwure terlihat terpukul dengan kepergian sang adik keduanya itu.

Pasalnya, sebelum meninggal dirinya masih berkomunikasi dengan Leonardus Lepa Kwure di Minggu sorenya.

“Saya tidak percaya, saya punya adik meninggal begitu cepat karena Minggu sore kami dua masih sempat saling berkomunikasi,” katanya.

Dirinya mengatakan dalam komunikasi tersebut sang adik meminta bantuannya untuk mengirim sedikit uang transport.

Uang transport itu sebutnya digunakan sang adik untuk mengambil bantuan di bundaran PU.

“Dia masih minta uang sehingga saya kirimkan Rp100 ribu untuk bensin. Setelah itu komunikasi kami berdua tidak ada lagi hingga Senin siang kemarin saya dihubungi adik-adik mereka di Kupang kalau Leo sudah meninggal,” tegasnya.

Dirinya melanjutkan kendati jarang bertemu akibat tempat kuliahnya berbeda lokasi, namun Fransiskus menilai sang adik adalah sosok yang ceria dan suka bergaul serta suka membantu orang lain.

Hal tersebut sudah terlihat sejak dulu bahkan Leonardus Lepa Kwure ungkap sang kakak sampai menggunakan uang sekolahnya untuk membantu temannya yang juga kesulitan biaya sekolah.

“Adik saya itu orangnya lebih mau menyenangkan orang lain ketimbang diri sendiri dan keluarga. Dia bahkan rela uang sekolahnya untuk membantu temannya. Saya terpukul sekali karena kehilangan dia yang ceria itu apalagi kami jarang ketemu karena berbeda lokasi kuliah, saya di Surabaya dan dia di Kupang. Saya dan dia baru ketemu itu tahun lalu saat liburan selebihnya tidak pernah sejak 2016,” ungkapnya.

Saat ditanya soal apakah dirinya mengetahui sakit sang adik, Fransiskus mengaku kalau dirinya sempat mendapatkan informasi itu.

Namun saat dikonfirmasi kepada sang adik, sang adik selalu menghindar dan menjawab kalau dirinya baik-baik saja.

“Saya sempat disampaikan itu dari teman-temannya tapi saat kita tanya selalu jawab kalau dia baik-baik saja,” tegasnya lagi.

Dirinya pun berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu adiknya hingga kepulangannya kembali ke Larantuka besok.

Tidak lupa ia juga meminta maaf kalau semasa hidupnya, sang adik pernah melakukan kesalahan.

Sebagai informasi, jenazah Leonardus Lepa Kwure saat ini sedang dalam perjalanan dari Kupang ke Larantuka dengan menggunakan KRI 351.

Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Lewolaga besok siang. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625