Saat diwawancarai, salah seorang guru, Linus Lalun, mengatakan tenda darurat itu digunakan semua siswa dari kelas X maupun XII meliputi 6 jurusan dengan jumlah siswa sebanyak 327 didukung 60 guru.
“Tenda ini memang kondisinya darurat. Kami bangun pakai bambu, terpalnya bantuan dari Kemensos. Kami alihkan ke ruangan baru di bawah tenda yang disiapkan Pemerintah,” ujar pria 47 tahun itu.
Linus menuturkan, terdapat enam tenda yang digunakan untuk KBM. Guru bahasa Inggris itu mengaku SMK Negeri Wulanggitang dibantu 6 tenda sejak empat hari lalu dan kemarin.
Linus menjelaskan, KBM disesuaikan dengan sift pagi dan sore agar 327 siswa tidak saling berdesakkan. Pihaknya optimis pembelajaran berjalan efektif meski serba terbatas.
“Kami berkeyakinan semuanya tetap berjalan efektif,” katanya.***

Tinggalkan Balasan