NTTKreatif, LARANTUKA – Sekolah darurat yang digunakan SMK Negeri 1 Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur rubuh diterjang hujan disertai angin kencang, Rabu 4 Desember 2024 kemarin.

Kejadian tersebut membuat aktivitas belajar mengajar sempat terhenti sementara.

SMK Negeri 1 Wulanggitang sendiri menjadi salah satu sekolah yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi beberapa waktu lalu.

Para siswa dan guru pun kemudian menggunakan tenda bantuan Kemensos sebagai tempat mereka bersekolah sementara di Desa Konga, Kecamatan Titehena.

Naas, saat hujan besar tenda tersebut malah rubuh dan rata dengan tanah.

Kondisi ini pun membuat siswa dan guru memindahkan kursi maupun meja ke dalam tenda lain yang diklaim cukup aman untuk melanjutkan KBM yang dimulai pukul 08.00 Wita hingga 11.00 Wita.

Saat diwawancarai, salah seorang guru, Linus Lalun, mengatakan tenda darurat itu digunakan semua siswa dari kelas X maupun XII meliputi 6 jurusan dengan jumlah siswa sebanyak 327 didukung 60 guru.

“Tenda ini memang kondisinya darurat. Kami bangun pakai bambu, terpalnya bantuan dari Kemensos. Kami alihkan ke ruangan baru di bawah tenda yang disiapkan Pemerintah,” ujar pria 47 tahun itu.

Linus menuturkan, terdapat enam tenda yang digunakan untuk KBM. Guru bahasa Inggris itu mengaku SMK Negeri Wulanggitang dibantu 6 tenda sejak empat hari lalu dan kemarin.

Linus menjelaskan, KBM disesuaikan dengan sift pagi dan sore agar 327 siswa tidak saling berdesakkan. Pihaknya optimis pembelajaran berjalan efektif meski serba terbatas.

“Kami berkeyakinan semuanya tetap berjalan efektif,” katanya.***