NTTKreatif.com, Larantuka – Kabar kurang mengenakkan datang dari Kabupaten Flores Timur dan Sikka. Dua kabupaten tersebut dipastikan gagal dilalui para pembalap sepeda di ajang paling bergengsi Tour de EnTeTe.
Padahal sebelumnya, Kabupaten Flores Timur sudah ditetapkan menjadi salah satu Kabupaten di NTT yang menjadi titik start rute Toue de EnTeTe di pulau Flores.
Kepastian pembatalan kedua Kabupaten itu tertuang dalam surat dari Pemerintah Provinsi No. BU.500.13.3.3/50/Parekraf/2025 tanggal 09 September 2025 tentang Pembatalan Rute Tour de Entete yang ditandatangani oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Dra, Flouri Rita Wuisan.
Disinyalir pembatalan ini sendiri diakibatkan oleh kondisi alam yang tidak dapat diprediksi. Maklum saat ini Kabupaten Flores Timur sendiri sedang dilanda bencana erupsi Gunung Lewotobi yang hingga kini terus berlangsung.
Akibat erupsi itu, jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka menjadi sulit dilalui akibat abu vulkanik.
Tidak heran, jika Status Tanggap Darurat Gunung Lewotobi Laki-laki sendiri masih diperpanjang hingga 31/12/2025. Keputusan perpanjangan status Tanggap Darurat ini diambil dalam Rapat Koordinasi terkait Situasi dan Evaluasi berakhirnya Status Tanggap Darurat Gunung Berapi Lewotobi, Kamis 11 September 2025 yang dihadiri oleh Bupati, Antonius Doni Dihen, Wakil Bupati Flotim, Ignasius Boli Uran, Ketua DPRD Flores Timur, Albertus Ola Senuor, para anggota Forkopimda, BNPB, BPBD, serta stakeholder terkait di Ruang Rapat Bupati.
Dalam rapat tersebut, ditegaskan kembali terkait peringatan dan kewaspadaan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga dan segera membuka jalur evakuasi, ketersediaan alat berat untuk bersiaga untuk membersihkan jalan dan lain lain ketika terjadi banjir lahar dingin. Juga ditegaskan kembali terkait perbaikan jalan untuk akses agar pendistribusian bantuan tidak terkendala, serta akses jalan menuju Huntara dan Huntap.
Perwakilan BMKG pun memberikan atensi terhadap musim hujan yang ekstrem diakibatkan suhu permukaan laut tinggi yang mengakibatkan awan hujan, dan juga peringatan peningkatan abu vulkanik dari Gunung Lewotobi ke arah kabupaten Sikka.
Tim Pemantauan Gunung Api Lewotobi pun melaporkan bahwa pada 8/09/2025 yang lalu sempat terjadi lahar dingin di Desa Nawakote, Nurabelen, Bawalatang dan Nurabelen. ***
|
